Categories
Review

Review Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up: Mengungkap Rahasia Metode Berbenah yang Mengubah Hidup

Rahasia metode berbenah yang tidak biasa, selain rumah menjadi lebih rapi, hidup pun bisa berubah. Bagaimana caranya?

Jika ada buku yang saya anggap berperan mengubah hidup saya, salah satu buku itu adalah The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing karya Marie Kondo yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul The Life-Changing Magic of Tidying Up: Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Jepang.

Ada apa dengan buku ini sehingga saya menganggapnya sebagai salah satu penghuni lemari buku saya yang paling berharga?

Saya akan mengungkapnya di review, resensi, dan ringkasan buku ini.

1. Fakta Unik Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up

2. Perubahan yang Saya Alami setelah Berbenah ala Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up

3. Orang yang Paling Pas Membaca Buku Ini

4. Tentang Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up

5. Rahasia Berbenah Metode KonMari

6. Kenapa dari Berbenah Hidup Bisa Berubah?

7. Catatan Penting Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up

8. Beli atau Pinjam?

9. Di Mana Bisa Download PDF Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up?

10. Di antara (Tanda) Kebaikan Islam Seseorang


1. Fakta Unik Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up

(1) Judulnya bisa bikin salah paham

Tidak sedikit yang mengira ini buku tentang cara berbenah rumah saja.

Tetapi setelah membaca buku ini para pembaca akan menemukan ternyata buku ini bukan sekadar mengajari cara berbenah.

Bahkan, bisa jadi para pembaca belum pernah melakukan cara berbenah yang diajarkan buku ini.

(2) Testimoni yang aneh

Di bab “Pendahuluan” ada testimoni dari para pembacanya, tetapi tidak satu pun dari testimoni itu yang bilang rumah menjadi rapi:

“Selepas mengikuti kursus Anda, saya berhenti bekerja dan memulai bisnis sendiri di bidang yang sudah saya cita-citakan sejak kecil.”

“Kursus Anda mengajarkan kepada saya untuk melihat apa saja yang sungguh saya butuhkan dan apa saja yang tidak saya perlukan. Jadi, saya lantas minta cerai. Sekarang saya merasa jauh lebih bahagia.”

“Seseorang yang ingin saya hubungi baru-baru ini mengontak saya.”

“Dengan gembira saya sampaikan bahwa sesudah membereskan apartemen, angka penjualan saya kian meningkat.”

“Saya dan suami kian rukun saja.”

“Mencengangkan bahwa membuang ini itu ternyata menimbulkan perubahan besar dalam diri saya.”

“Berat badan saya akhirnya turun lima kilogram.”

(3) Bikin pengin orang lain tahu

Contohnya, Dee Lestari, seorang penulis, setelah membaca buku ini bergegas pergi ke penerbit buat minta mereka menerbitkan terjemahannya.

Sedangkan saya sendiri, orang-orang terdekat dengan saya di dunia nyata tentu mengetahui saya seorang yang terinspirasi buku ini dan pernah membeli buku ini beberapa buah untuk dibagikan secara gratis.


2. Perubahan yang Saya Alami setelah Berbenah ala Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up

Seperti terlihat pada testimoni yang saya kutip barusan, perubahan yang terjadi bisa berbeda-beda pada setiap orang karena kebutuhan perubahan setiap orang yang berbeda-beda.

Ada yang ingin turun berat badan, ada yang ingin semakin erat hubungan dengan pasangan hidup, ada juga yang ingin berganti karir.

Demikian pula dengan kebutuhan perubahan saya, inilah beberapa hal yang saya anggap perubahan dalam diri saya yang mungkin tidak relevan untuk orang lain, tetapi buat saya ini adalah perubahan yang saya butuhkan:

(1) Tidak perlu berbenah sesering dulu

Sejak menerapkan metode berbenah yang diajarkan buku The Life-Changing Magic of Tidying Up, sekarang saya tak lagi berbenah sesering dulu. Karena banyak barang yang biasanya saya rapikan kini sudah tidak ada.

(2) Berpikir jernih sebelum membeli barang

Contohnya, dulu beberapa kali saya tergoda membeli action figure hanya karena saya bisa membelinya atau sekadar untuk mengisi lemari pajangan, meski sebenarnya saya tidak benar-benar menginginkannya.

Setelah berbenah dengan metode buku ini, saya menyadari dari semua action figure yang saya miliki ternyata tak semuanya “spark joy” (sebutan Marie Kondo buat barang-barang yang menimbulkan rasa bahagia saat melihatnya).

Kemudian saya pun mulai mengeluarkan beberapa action figure dengan cara dijual maupun diberikan cuma-cuma kepada saudara atau teman.

Kini yang tersisa hanya yang benar-benar spark joy dan saya pun tak lagi berminat menambah koleksi saya lagi kecuali jika menemukan yang benar-benar spark joy.

Ini bukan hanya berlaku untuk action figure, melainkan juga barang-barang lainnya.

Kini yang tersisa hanya yang benar-benar spark joy dan saya pun tak lagi berminat menambah koleksi saya lagi kecuali jika menemukan yang benar-benar spark joy. Misalnya RX-78-2 Gundam Fix Figuration Metal Composite.
Kini yang tersisa hanya yang benar-benar spark joy, seperti Gundam RX-78-2 ini misalnya.

(3) Berhenti mengumpulkan buku yang tidak saya baca

Sebelumnya saya senang mengumpulkan buku. Hal yang bagus jika saya memang berniat membangun perpustakaan pribadi, keluarga, atau umum, atau jika saya benar-benar membacanya.

Akan tetapi kondisi saya hingga saat saya menulis tulisan ini, tinggal di tempat yang cukup sempit. Tidak memungkinkan meletakkan semua buku yang saya miliki dengan wajar. Ada buku yang saya simpan di lemari baju, ada yang di atas lemari, ada yang disimpan di meja kantor.

Ditambah lagi saya tidak punya waktu dan energi yang cukup buat membaca semua buku itu. Dalam beberapa kasus malah saya membeli buku karena berminat pada beberapa lembar di dalamnya yang memuat kalimat atau informasi yang menarik minat saya.

Dengan menerapkan metode berbenah buku The Life-Changing Magic of Tidying Up, saya mulai menyeleksi buku mana saja yang sebenarnya saya inginkan dan butuhkan.

Kini saya hanya membeli buku yang benar-benar akan saya baca, bermanfaat, maupun nikmat membacanya.

(4) Lebih ringan merelakan saat kehilangan

Seperti saya ungkap di perubahan nomor 3, saya senang mengumpulkan buku.

Pada akhir Februari 2020, saya mengalami kebanjiran parah. Air masuk ke dalam rumah dan merendam barang-barang termasuk buku. Terhitung ratusan buku yang saya miliki terendam dan rusak.

Karena sudah terbiasa membuang barang, maka ketika saya harus membuang buku-buku tak terselamatkan itu rasanya jadi lebih ringan.

Saya membuang buku-buku itu sambil tersenyum:

“Hei, terima kasih sudah membersamai saya hingga hari ini. Tetapi kita tidak ditakdirkan bersama lebih lama, sekarang kalian harus pergi.”

Lalu saya memasukkan mereka ke dalam karung sampah.

Tentu saja saya bukan beneran mengajak ngomong buku, hanya afirmasi bahwa saya merelakan buku-buku itu.

(5) Lebih menikmati lantunan Al-Qur’an

Jujur, semula saya lebih banyak mendengarkan musik daripada murottal atau pembacaan Al-Qur’an. Padahal sebagai seorang muslim saya harus banyak-banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an karena bahkan sekadar mendengarkan saja sudah mendapat pahala dan menjadi obat hati.

Akan tetapi, saat itu saya lebih sering mendengarkan musik karena “lebih ramai”.

Saat mulai berbenah, saya mulai menyortir musik yang akan saya pertahankan, karena saya tidak mungkin mendengar semua lagu yang saya miliki.

Saya juga menyingkirkan lagu-lagu yang liriknya tidak baik, misalnya lirik yang mengarah ke syirk atau yang membesar-besarkan patah hati.

Hasil sortiran saya ternyata hanya 10 lagu saja yang spark joy.

Namun seiring pencarian mana yang benar-benar spark joy saya mulai merasakan ternyata joy yang saya rasakan ketika mendengarkan murottal Al-Qur’an, melebihi joy yang saya rasakan ketika mendengarkan lagu-lagu yang tersisa.

Sehingga secara alami saya mulai mengurangi mendengar musik dan lebih sering mendengar pembacaan Al-Qur’an.

Uniknya, jika dulu untuk mendengarkan musik saya hanya ingin menggunakan perangkat yang bagus (earphone Sennheiser, Zero Audio Carbo Tenor, atau earphone bawaan iPhone) dan file musik yang berkualitas bagus (MP3 dengan bit rate 320 kbps atau Apple Itunes AAC), kini saya bisa menikmati lantunan Al-Qur’an dari MP3 player murah dengan kualitas file MP3 yang seadanya. Rasanya tetap nikmat dan syahdu didengar.

(6) Berkurang kesedihan dan kegalauan

Dengan meninggalkan kebiasaan mendengarkan lagu-lagu sedih dan galau maka dengan sendirinya hati saya menjadi berkurang sedih dan galaunya.

Seorang teman yang mengalami masalah berat pernah mengatakan hal yang sama, saat dia galau dia mendengarkan lagu-lagu galau. Dan itu malah membuatnya semakin galau. Ketika dia meninggalkan kebiasaan mendengarkan lagu-lagu itu galaunya jadi jauh berkurang.

Saya sepakat dengan itu. Mari coba sejenak tinggalkan lagu-lagu galau, patah hati, kesedihan, dan mulailah mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Coba paksakan diri mendengar Al-Qur’an jika merasa mengantuk dan bosan saat mendengarnya. Maka rasakan sendiri berkurangnya galau di hati. Saya telah membuktikannya sendiri.

Setelah itu yang ada malah merasa rugi jika harus berbalik ke belakang (kembali kepada kebiasaan mendengar lagu galau).

(7) Dan lain-lain

Sebenarnya saya ingin mengungkap seluruh perubahan yang saya alami. Tetapi demi membuat review ini tidak terlalu panjang, saya cukupkan dengan ajakan mari lakukan berbenah metode buku ini dan mulai temukan perubahan dalam diri masing-masing. Kita bisa berdiskusi tentang ini di kolom komentar.

Dengan beres-beres ala metode KonMari jika punya masa lalu maupun masa kini yang buruk, kita akan membuang masa lalu atau masa kini bersama dibuangnya barang-barang terkait dengan kepahitan tersebut. Dengan demikian hati akan menjadi lebih lega dan bisa memulai hidup baru dengan semangat baru. Ilustrasi Gundam RX-78-2 mengucapkan selamat tinggal galau.
Selamat tinggal galau, selamat datang semangat baru.

3. Orang yang Paling Pas Membaca Buku Ini

Setelah menyelami buku ini, saya membayangkan sosok-sosok yang paling terbantu dengan adanya buku ini:

  1. Orang yang menyadari tempat tinggalnya mudah berantakan.
  2. Orang yang akan pindah tempat tinggal.
  3. Orang yang baru menikah dan memulai hidup baru.
  4. Orang yang tinggal di tempat yang sempit.
  5. Orang yang menyadari dirinya boros, sering membeli dan menumpuk barang, tetapi sukar menghentikannya.
  6. Orang yang punya kebiasaan atau sifat yang ingin ditinggalkan: sering galau, ingin berhenti merokok, badan lemah kurang olah raga, kebanyakan makan, dan lain sebagainya.
  7. Orang yang sedang membaca review ini.

Setelah mengulas keunikan buku ini, perubahan yang saya alami, serta siapa saja yang paling pas membaca buku ini, selanjutnya saya akan membahas apa dan siapa penulis buku ini serta metode berbenah yang ditawarkannya.


4. Tentang Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up

Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up ditulis oleh Marie Kondo, seorang perempuan warga negara Jepang. Sejak usia 5 tahun Marie Kondo mulai membaca majalah interior dan gaya hidup. Kegemaran itulah yang membuatnya terinspirasi, di usia 15 tahun dia mulai melakukan penelitian serius tentang beres-beres dan pada akhirnya mengembangkan metode KonMari yang berasal dari kombinasi nama depan dan belakangnya.
Tampilan Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up: Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Jepang karya Marie Kondo.

Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up ditulis oleh Marie Kondo, seorang perempuan warga negara Jepang.

Sejak usia 5 tahun Marie Kondo mulai membaca majalah interior dan gaya hidup. Kegemaran itulah yang membuatnya terinspirasi, di usia 15 tahun dia mulai melakukan penelitian serius tentang beres-beres dan pada akhirnya mengembangkan metode KonMari yang berasal dari kombinasi nama depan dan belakangnya.

Sekarang Marie Kondo menjadi seorang konsultan dan menyediakan kursus beres-beres one on one (individual).

Dia menghabiskan sebagian besar waktunya mengunjungi rumah-rumah dan kantor-kantor kliennya, memberi saran kepada orang-orang yang merasa kesulitan beres-beres, orang-orang yang mengalami berantakan lagi berantakan lagi, maupun orang-orang tidak tahu harus mulai dari mana.

Saat saya membaca buku tersebut di tahun 2016 silam disebutkan antrian waiting list jasa konsultasinya sudah mencapai 3 bulan, mungkin sekarang lebih dari itu.

Menurut websitenya, Marie Kondo pernah diwawancarai dan diulas dalam The New York Times, The Wall Street Journal, The London Times, Vogue, The Late Show with Stephen Colbert, The Ellen Show, serta lebih dari lima puluh program televisi dan radio utama di Jepang. Di tahun 2015 dia menjadi salah satu dari 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time.

Membaca buku The Life-Changing Magic of Tidying Up seakan mendengar sendiri Marie Kondo bercerita. Kadang saya dibuat tersenyum-senyum saat dia berkisah menemukan gunungan barang-barang tidak terpakai di rumah kliennya.

Saya mendapat kesan Marie Kondo seorang rendah hati, bersahaja, dan punya misi membebaskan kliennya dari clutter ‘berantakan’.

Marie Kondo mengajak pembacanya berbenah dengan membuang apa yang tidak perlu dan hanya mempertahankan apa yang benar-benar penting.

Dengan menjaga hanya apa yang benar-benar istimewa itulah seseorang akan menemukan dampak ikutan, yaitu perubahan kehidupan menjadi lebih baik.


5. Rahasia Berbenah Metode KonMari

Marie Kondo menamakan metode berbenahnya dengan sebutan KonMari, berasal dari kombinasi nama depan dan belakang dirinya.

Dalam mengulas cara beres-beres tersebut Marie Kondo memulai dengan mengajak pembacanya memahami prinsip KonMari.

Jika membaca buku ini pastikan memahami prinsip tersebut. Karena jika langsung beranjak ke cara melipat baju misalnya dengan menonton tutorialnya di Youtube, bisa jadi dalam waktu singkat akan mudah melupakan KonMari.

Setelah membahas prinsip KonMari, Marie Kondo mengajarkan teknik beres-beres barang-barang spesifik, mulai dari pakaian, buku, kertas, pernak-pernik, barang bernilai sentimental, hingga foto.

Secara garis besar metode KonMari adalah sebagai berikut:

Pilih hanya apa yang akan Anda simpan, buang sisanya.

Terdengar simpel, tetapi sebenarnya ini tidak sederhana, bahkan ini menggugah kesadaran. Perubahan hidup pembaca buku Marie Kondo bermula dari kalimat ini.

Selama ini saat berbenah yang saya lakukan hanya membuang sampah, menata ulang, memindah-mindahkan barang, menyapu, mengepel, dan mengelap. Saya belum pernah menimbang-nimbang barang yang saya kira masih perlu saya simpan.

Ternyata banyak sekali barang tersimpan yang sebenarnya tidak masalah saya singkirkan, malah sebaliknya menambah kenyamanan tinggal dengan menyingkirkannya dari tempat tinggal saya.

Urutan beres-beresnya tidak boleh terbalik: mulailah dengan membuang, kemudian rapikan ruangan Anda secara menyeluruh, sekaligus, dalam satu waktu.

Jadi bukan merapikan lalu membuang, melainkan membuang lalu merapikan

Ringkasnya begini:

(1) Beres-beres mesti dilakukan sekaligus, siapkan waktu khusus untuk beres-beres secara marathon, jangan mencicil waktu untuk beres-beres. Karena ini akan berpengaruh pada mental, efek perubahannya akan terasa jika dilakukan dalam satu hari.

(2) Beres-beres dilakukan berdasarkan kategori bukan lokasi. Jadi jangan membereskan kamar 1, lalu kamar 2, melainkan bereskan semua pakaian di rumah, kemudian bereskan semua buku, kemudian bereskan kertas, dan seterusnya.

(3) Letakkan barang-barang di lantai sesuai kategori, misalnya baju satukan dengan baju saja jangan diletakkan bersama buku.

Ambil barang yang sudah diletakkan di lantai tersebut satu persatu dengan tangan, tanyakan dengan jujur “does it spark joy?” (“apa benda ini membangkitkan kegembiraan pada diri saya?”).

Lalu tanyakan apa barang itu diperlukan saat ini maupun yang akan datang. Pastikan benar-benar akan diperlukan, misalnya jika tidak ada rencana menjual handphone yang saat ini dimiliki maka buang saja kardusnya.

Spark joy kita sendiri yang merasakan. Marie Kondo mencontohkan selembar kaos berkarakter lucu yang dia beli di tahun 2005 dan disimpan hingga sekarang. Sebenarnya dia tidak ingin ada orang lain melihatnya memakai kaos tersebut, tetapi dia tetap menyimpannya karena baginya kaos itu spark joy. Kaos itu memberi kegembiraan kepadanya. Yang harus dilakukan hanyalah mempertahankan apa yang spark joy dan membuang yang tidak.

(4) Pastikan tidak ada orang lain melihat saat sedang beres-beres.

(5) Jika tidak butuh suatu barang jangan berikan begitu saja ke orang lain hanya demi buru-buru menyingkirkan barang tersebut, kecuali jika dia benar-benar membutuhkannya. Marie Kondo menjelaskan alasannya di dalam buku.


6. Kenapa dari Berbenah Hidup Bisa Berubah?

Saat membaca testimoni di bagian “Pendahuluan” buku The Life-Changing Magic of Tidying Up mungkin kita jadi penasaran bagaimana berbenah bisa mempengaruhi para pembacanya berubah dan mengambil keputusan-keputusan besar dalam hidup, seperti resign dari pekerjaan atau meminta cerai.

Kenapa dari sekadar beres-beres rumah bisa bikin orang jadi berani mengambil keputusan besar?

Jawabannya sebagaimana diungkap Marie Kondo:

“Dengan menata ulang rumah kita secara menyeluruh, gaya hidup dan perspektif kita akan ikut berubah drastis. Kehidupan kita niscaya mengalami transformasi besar-besaran.”

“Dengan membereskan rumah, kita sekaligus membereskan urusan dan masa lalu kita.”

Ada beberapa alasan kenapa beres-beres bisa mengubah hidup seseorang, antara lain melalui jalan-jalan berikut:

(1) Menjadi lebih fokus pada yang penting

Dengan beres-beres seseorang akan menemukan apa yang benar-benar penting. Metode KonMari membiasakan kita mengevaluasi satu persatu apa yang dimiliki untuk ditimbang apakah semua yang saat ini dimiliki tersebut memberi kegembiraan.

Kita diajarkan untuk bertanya “why?” pada diri sendiri tentang alasan memiliki atau melakukan sesuatu. Kenapa saya memiliki benda ini? kemudian saya menjawab, “karena begini”. Lalu bertanya lagi, “kenapa perlu begini?” lalu saya jawab, “karena begitu”. Lalu tanya lagi, “kenapa begitu?” dan seterusnya.

Sampai pada akhirnya menemukan apakah yang saya miliki serta apakah yang saya lakukan selama ini adalah apa yang benar-benar memberi kebahagiaan.

Analisis ini benar-benar bermanfaat, bukan hanya ketika memilih barang melainkan juga ketika akan berbuat.

Kita bisa melihat, tidak sedikit orang yang mengorbankan akhiratnya untuk kepentingan dunianya. Sungguh merugi, bukan? Akan tetapi ternyata ada lagi yang jauh lebih merugi dari itu: orang yang mengorbankan akhiratnya untuk kepentingan dunia orang lain.

Itu tak lain disebabkan kelalaian menganalisis apa yang benar-benar penting bagi dirinya.

Dengan berbenah metode KonMari, seseorang diharapkan bisa menjadi lebih fokus pada apa yang benar-benar penting bagi dirinya.

(2) Memulai hidup baru dengan semangat baru

Dengan beres-beres ala metode KonMari jika punya masa lalu maupun masa kini yang buruk, kita akan membuang masa lalu atau masa kini bersama dibuangnya barang-barang terkait dengan kepahitan tersebut.

Dengan demikian hati akan menjadi lebih lega dan bisa memulai hidup baru dengan semangat baru.

(3) Membuka pikiran “bisa kok meninggalkannya”

Dengan membuang apa-apa yang tadinya kita kira tidak akan sanggup berpisah darinya, pikiran akan menjadi terbuka bahwa ternyata bisa kok membuangnya. Bisa kok ternyata berpisah dengannya. Bahwa ternyata banyak sekali hal yang sebenarnya bisa ditinggalkan tanpa merugikan sama sekali.

Sehingga ini akan memberi keyakinan pada diri sanggup berubah dengan meninggalkan apa yang harus ditinggalkan. Misalnya keyakinan bahwa seorang perokok berat yang kepikiran ingin berhenti merokok akan bisa berhenti total merokok meski awalnya merasa ragu apa iya bakal bisa berhenti.

Menyingkirkan benda-benda yang tidak menimbulkan ‘joy’ serta dianggap sudah tidak diperlukan lagi dapat menjadi latihan agar bisa menyingkirkan benda-benda serta apa-apa yang jelas-jelas merugikan diri.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

Dengan beres-beres ala metode KonMari jika punya masa lalu maupun masa kini yang buruk, kita akan membuang masa lalu atau masa kini bersama dibuangnya barang-barang terkait dengan kepahitan tersebut. Dengan demikian hati akan menjadi lebih lega dan bisa memulai hidup baru dengan semangat baru.

7. Catatan Penting Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up

The Life-Changing Magic of Tidying Up adalah buku yang saya rekomendasikan untuk dimiliki dan dibaca orang-orang. Meski demikian saya perlu menyampaikan dua catatan penting.

(1) Di buku ini Marie Kondo bilang jangan memodifikasi metode berbenah di buku ini demi menyesuaikan karakter diri.

Menurut Marie Kondo tidak ada pembedaan seperti metode berbenah untuk orang sibuk, metode berbenah untuk orang malas, dan sebagainya, metode buku ini mestinya bisa diterapkan semua orang, malas ataupun rajin, sibuk maupun luang.

Tetapi menurut saya silakan saja memodifikasinya sesuai kebutuhan, selama tetap memenuhi prinsip KonMari. Marie Kondo menegaskan hanya ada 2 aktivitas yang dilakukan ketika berbenah: membuang dan memutuskan di mana akan menyimpan barang-barang. Dari kedua aktivitas tersebut, membuang harus dilakukan pertama kali.

Adapun yang bisa dimodifikasi misalnya cara menyimpan pakaian atau kaos kaki. Mudah dijumpai videonya di Youtube bagi yang berminat mencobanya. Nyatanya saya tak pernah berminat mempelajarinya.

Saat berbenah, saya memodifikasi metode KonMari, misalnya saya tidak melakukan berbenah marathon dalam 1 hari melainkan selama 30 hari. Meski demikian dalam sebulan itu telah banyak sekali barang-barang milik saya yang telah saya lepaskan kepemilikannya.

Menurut saya, seseorang bisa fleksibel dalam menjalankan KonMari, yang penting konsisten menuntaskan pekerjaan berbenah sampai akhir. Untuk memastikan konsistensi tersebut saya menulis catatan barang apa saja yang telah saya singkirkan setiap harinya.

(2) Tidak semua hal dalam buku ini saya sepakati, misalnya tentang menyapa atau membungkuk kepada rumah.

Hal itu mungkin lazim atau biasa di tempat penulis buku tersebut tinggal yaitu Jepang.

Namun demikian sebagai seorang muslim saya akan memilih mengucap basmalah serta berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika akan memasuki rumah.

Juga tidak mengucapkan terima kasih kepada benda-benda yang telah menunaikan tugasnya, melainkan akan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberi benda-benda tersebut kepada saya.


8. Beli atau Pinjam?

Saya jelas akan merekomendasikan: beli.

Di toko buku, harga buku ini versi terjemahan bahasa Indonesianya tidak sampai 100 ribu rupiah. Jika memungkinkan sebaiknya beli saja.

Jika merasa belum punya uang untuk membeli buku ini maka siapa tahu justru dengan membaca buku ini pengeluaran bisa menjadi lebih efisien. Itulah yang saya rasakan.

Jika ada yang bilang, nanti dulu deh, saya masih ada daftar rencana buku lain yang ingin dibeli, saya akan bilang, coba dulu baca buku ini, siapa tahu setelah membaca buku ini daftar rencana buku yang disusun malah jadi direvisi.


9. Di Mana Bisa Download PDF Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up?

Saya berharap lebih banyak lagi orang yang membaca buku ini dan menemukan perubahan dirinya.

Namun demikian saya tidak menyediakan link download buku ini. Selain karena saya menghargai jerih payah penulisnya yang telah menulis karya luar biasa, harga bukunya juga relatif terjangkau, termasuk murah malah jika dibanding dengan manfaat yang bisa diperoleh.


10. Di antara (Tanda) Kebaikan Islam Seseorang

Sebagai penutup, agar senantiasa bersemangat untuk beres-beres dan membuang apa yang tidak bermanfaat mari simak hadits berikut:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi).

Sekian review ini, semoga bermanfaat.

Iqbal – Dekat.Page

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami dan ayah, penikmat kopi, jogging, dan berenang. Mari memperbanyak istighfar (Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 6) dan bersungguh-sungguh menuju akhir tujuan: melihat Allah (Al-Qur'an Surat Yunus ayat 26).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s