Categories
Blogging

Tagihan Internet 55.000 Yen

Kejadian mengejutkan di masa lalu yang berakhir happy ending sekaligus menjadi inspirasi hadirnya blog Dekat.Page.

Kejadian mengejutkan di masa lalu yang berakhir happy ending sekaligus menjadi inspirasi hadirnya blog Dekat.Page.

Kejutan Tagihan Internet 50.000 Yen

Di tahun 2012 saya memperoleh karunia dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala berupa kesempatan kuliah di Jepang, tepatnya di Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC) Hiroshima University.

Di Jepang, sebagaimana mahasiswa asing lainnya saya mendaftarkan diri pada program bundle handphone dan kartu telepon. Seorang pendaftar akan memperoleh handphone yang sudah diisi kartu telepon di dalamnya, kemudian setiap bulan dia membayar tagihan cicilan beserta pemakaian pulsa dan kuota internetnya.

Saya mengambil cicilan iPhone 4S di galeri SoftBank. Softbank adalah salah satu perusahaan operator seluler di Jepang. Selain SoftBank masih ada NTT Docomo dan au (ditulis dengan huruf kecil semua). Saya tidak tahu apa masih ada operator seluler selain ketiga perusahaan tersebut.

Logo SoftBank, NTT Docomo, au, hak cipta (copyright) logo pada perusahaan tersebut.
Logo SoftBank, NTT Docomo, au, hak cipta (copyright) logo pada perusahaan tersebut.

Aktivitas kehidupan saya selama di Jepang baik perkuliahan maupun kesehariannya sangat memerlukan keberadaan handphone yang terkoneksi internet. Meski demikian tagihan bulanannya masih berada di angka yang wajar, masih di dalam budget bulanan saya.

Tetapi pada suatu hari, hal yang mengejutkan terjadi. Ada tagihan yang besarnya tak terduga muncul ketika saya pulang ke Indonesia di musim liburan semester pertama!

Jadi begini ceritanya, waktu itu saya pulang ke Indonesia untuk sementara waktu. Nah, setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, saya ingin segera mengabari kedua orang tua saya bahwa saya telah mendarat dengan selamat dan sebentar lagi akan naik taksi bandara ke rumah.

Kemudian saya menyalakan iPhone saya, ternyata sinyal SoftBank masih sampai ke handphone saya. Maka saya pun mengirim 1 buah foto ke inbox Facebook ibu saya. Kalau tidak salah ukurannya sekitar 3 MB.

Setelah beberapa hari berlibur di rumah, saya tiba-tiba penasaran buat mengecek tagihan internet saya di website SoftBank. Saya pun terkejut ternyata tagihan internet saya meroket tinggi.

Tagihannya 55 ribu yen, sekitar 7 juta rupiah!

Bayangkan, berapa banyak Gundam yang bisa saya beli dengan uang 55 ribu yen (sekitar 7 juta rupiah)
Bayangkan, berapa banyak Gundam yang bisa saya beli dengan uang 55 ribu yen (sekitar 7 juta rupiah)?

Suatu angka yang fantastis, terlebih saya hanya menyalakan handphone sekejap saja buat mengirim foto ketibaan saya di Jakarta, setelah itu mematikannya.

Semula saya membayangkannya begini, saat saya di Jepang, saya bisa kirim SMS pakai provider seluler Indonesia dengan tarif sekitar 10 ribu rupiah per SMS.

Maka saya pikir sekadar mengirim foto tidak bakal menghasilkan tagihan yang besar dari operator seluler Jepang tersebut saat saya gunakan di Indonesia. Mungkin hanya akan menambah tagihan setara 100 ribu rupiah saja.

Ternyata saya keliru, tarif yang ditagih adalah sekian yen per kB, saya lupa tepatnya yang jelas tagihan akhirnya 55 ribu yen.

Apa yang saya lakukan selanjutnya? Saya segera menghubungi beberapa senior untuk mencari tahu apa ada yang pernah mengalami masalah yang sama. Ternyata ada! Ada seseorang yang pernah mengalami kejadian serupa.

Maka saya segera menghubunginya melalui Facebook. Dia menyarankan saya segera menghubungi call center SoftBank dan menyampaikan permasalahan saya.

Alhamdulillah, Tagihan Dihapus

Saya kemudian menghubungi SoftBank dengan menggunakan Skype call.

Alhamdulillah, ternyata customer support-nya bisa bahasa Inggris. Meski kuliah di Jepang, bahasa utama di program S2 yang saya ikuti adalah bahasa Inggris, sehingga saya tidak terdorong belajar bahasa Jepang.

Masya Allah, inilah tanggapan pihak call center saat saya menghubungi mereka dan menceritakan masalah saya: sang customer support (CS) bilang lain waktu kalau ada masalah, saya bisa menelepon mereka pakai cellular data iPhone saya, tidak perlu pakai Skype call (“jangan kuatir karena nomor call center kami bebas pulsa!”).

Sang customer support memaklumi kepanikan saya dan mencoba menenangkan saya secara tersirat bahwa bukan hanya saat itu saja, lain waktu saya menghubungi mereka lagi akan diterima dengan baik.

Sang CS yang baik hati tadi meminta waktu sebentar untuk mengecek tagihan saya. Tak lama kemudian dia pun bilang bahwa benar tagihan saya sudah mencapai 55 ribu yen. Waduh..

Tetapi yang terjadi kemudian sungguh melegakan hati, sang CS melanjutkan kata-katanya: “Disebabkan anda belum mengetahui bahwa penggunaan cellular data untuk internet di iPhone anda saat anda berada di luar Jepang akan menghasilkan tagihan yang tinggi, maka pihak SoftBank berkenan menghapus tagihan tersebut”.

Alhamdulillaah, tagihan 55 ribu yen itu dihapus! Terima kasih SoftBank!

Penghapusan tersebut bukan dengan bentuk penghapusan tagihan saat itu juga. Saya tetap harus membayar tagihan 55 ribu yen yang akan menjadi saldo di akun saya, selanjutnya tagihan bulan-bulan yang akan datang akan dibayar dengan saldo tersebut sampai habis.

Selama beberapa bulan ke depan saya tidak perlu membayar tagihan karena pembayarannya diambil secara otomatis dari saldo yang saya miliki.

Pesan Esensial: Mari Menjadi Bagian dari Solusi

Pesan yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini, bagi mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang dan ingin pulang sementara ke Indonesia dengan membawa handphone berisi kartu provider seluler Jepang, matikan cellular data-nya agar tidak mengalami kejadian yang saya alami.

Namun sesungguhnya ada satu pesan yang lebih esensial, inilah sesungguhnya yang menjadi pesan utama tulisan ini: mari menjadi bagian dari solusi. Saya ingin menjadi bagian dari solusi.

Saya menyadari masalah yang saya alami bisa terjadi pada siapa saja yang belum mengetahui soal mematikan cellular data saat pulang sementara ke Indonesia.

Faktanya, selain saya senior saya juga pernah mengalaminya. Sejak saat itu saya selalu mewanti-wanti teman-teman saya yang akan pulang berlibur ke Indonesia agar mematikan cellular data atau bahkan handphone mereka.

Sayangnya, ternyata belum ada yang menceritakan pengalaman semacam ini kepada saya maupun mahasiswa yang relatif masih hijau lainnya yang baru 1 semester tinggal di Jepang.

Bukan hanya soal mematikan cellular data saat pulang, tetapi juga masih minimnya info-info penting lainnya yang dibutuhkan di kehidupan nyata selama tinggal di Jepang.

Misalnya, di mana dokter gigi terdekat dan bagaimana membuat janji periksa gigi, di mana letak konsultasi psikologi di kampus, apa saja makanan halal yang tersedia di minimarket, dan masih banyak lagi.

Potensi berbagi informasi dan sharing pengalaman itu ada, mengingat adanya sarana komunikasi seperti Whatsapp, Facebook group, LINE, dan sebagainya, ditambah lagi dukungan jaringan internet yang relatif cepat jika dibandingkan dengan di Indonesia. Hanya saja menurut pengamatan saya potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal. Sesekali terjadi perdebatan-perdebatan akan suatu topik menandakan sebenarnya adanya waktu dan energi yang bisa dialokasikan.

Saya pun tergerak hati untuk menjadi bagian dari solusi. Saya ingin menulis hal-hal yang benar-benar dibutuhkan, hal yang bermanfaat.

Maka kemudian saya membangun sebuah blog beralamat di kmih.net, blog Keluarga Muslim Indonesia di Hiroshima (KMIH), salah satu komunitas yang saya menjadi pengurusnya.

Selama 2 tahun mengelola blog tersebut (2013-2014) saya menghasilkan puluhan tulisan yang kebanyakan adalah reportase kegiatan keislaman di Hiroshima. Sebagian besar hanya tulisan pengantar lalu diberi foto-foto, tapi ada juga tulisan-tulisan yang lebih panjang yaitu resume kajian Islam.

Saat mencatat kajian-kajian tersebut saya hanya mengandalkan aplikasi notes/catatan di iPhone 4S. Sekarang saya jadi heran dengan kecepatan jari saya mengetik di hape tersebut untuk mencatat selama berlangsungnya kajian. Ini contoh kajiannya: “Salah Satu Yang Paling Dinantikan: Kajian Fiqih Kuliner (Reportase Pengajian Keluarga Edisi Golden Week 2013)“.

Beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari blog tersebut antara lain:

  1. Menjadi salah satu sumber informasi kegiatan keislaman di Hiroshima. Bahkan dimuat di website Hiroshima University!
  2. Arsip yang bernilai kenangan bagi yang telah lulus kuliah dan kembali ke tanah air.
  3. Sarana komunikasi, beberapa orang Indonesia mengirim pesan via halaman contact di blog tersebut, menanyakan beberapa hal, seperti apakah di masjid Hiroshima ada lowongan imam masjid, apakah ada mahasiswa yang berkenan ditumpangi oleh seseorang yang akan menghadiri conference selama beberapa hari, dan lain-lain.

Saat itu ketika orang mengetik kata kunci “Islam di Jepang” di Google Search maka blog KMIH akan keluar di halaman pertama. Sekarang pun saya cek masih muncul di halaman pertama untuk kata kunci “Islam di Hiroshima”.

Sekarang saya sudah tidak mengelola blog KMIH lagi karena sudah saya serahkan kepada pengurus selanjutnya.

Sayangnya saat saya membuat tulisan ini blog tersebut terlihat tidak tuntas, beberapa link mati, dan tidak kalah pentingnya: tidak menggunakan SSL (padahal tinggal klik beberapa kali saja di setting) sehingga kalau saya buka terkadang ada iklan yang menyusup.

Sebenarnya saya pernah menyampaikan masukan ke pengurus yang baru tetapi hingga saat ini tidak terlihat ada perbaikan.

Ini semakin mendorong saya untuk menulis di platform yang sepenuhnya bisa saya kelola sendiri.

Blog Dekat + Page = Dekat.Page

Bertahun-tahun kemudian, saat ini, saya pun masih memiliki tekad yang sama. Saya ingin mewarnai dunia maya dengan menjadi bagian dari solusi, karenanya saya membangun blog ini, Dekat.Page.

Dekat adalah kata yang bernuansa harapan. Di dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi harapan kepada hamba-hamba-Nya dengan kata dekat.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186)

Sedangkan Page adalah satu dari tiga top-level domain (TLD) milik Google Registry yang mensyaratkan secure connection.

Put your best foot forward with a secure website. Google Registry has three top-level domains that all require a secure connection: .page, .app, and .dev.

(sumber: https:// safe.page)

Dengan menggunakan ekstensi .page diharapkan blog ini memberi pengalaman terbaik bagi pengunjungnya.

Hal yang ingin saya angkat di blog Dekat.Page adalah yang menjadi minat saya, bermanfaat buat saya, dan mungkin juga bermanfaat buat orang lain.

Kehidupan dunia bagaikan sebuah kampus, universitas kehidupan. Di dalamnya bertebaran inspirasi.

Saya meyakini salah satu cara untuk mengikat inspirasi tersebut adalah dengan menulis dan berbagi tentangnya. Karena itu saya menulis blog ini.

Belakangan ini di antara hal yang menjadi perhatian saya adalah gaya hidup MINIMALIS — meminimalkan hal yang tidak penting untuk memaksimalkan hal yang lebih penting — yang saya harap saya mengetahui topik itu jauh lebih awal.

Sehingga untuk postingan pertama blog ini saya menulis artikel berjudul “Review Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up“, buku fenomal yang saya anggap sebagai salah satu penghuni rak buku saya yang paling berharga, buku yang populer di kalangan pemerhati gaya hidup minimalis.

Buku tersebut menawarkan metode berbenah KonMari. Ini bukan sekadar berbenah biasa, melainkan berbenah untuk mengubah hidup.

Dengan berbenah yang terinspirasi buku tersebut, saya mengalami beberapa perubahan dalam diri seperti:

  1. Tidak perlu berbenah sesering dulu.
  2. Berpikir jernih sebelum membeli barang.
  3. Berhenti mengumpulkan buku yang tidak saya baca.
  4. Lebih ringan merelakan saat kehilangan.
  5. Lebih menikmati lantunan Al-Qur’an.
  6. Berkurang kesedihan dan kegalauan.

Topik lainnya yang menarik minat saya adalah ISTIGHFAR, sebuah amalan yang sangat penting bagi setiap muslim.

Saya terheran-heran dengan diri saya mengapa sering kali lalai beristighfar padahal ini adalah amalan esensial yang tidak boleh lepas darinya. Padahal istighfar adalah penyempurna kekurangan amalan, sebab pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebab keamanan dari azab, dan kunci rezeki.

Oleh karena itu saya pun menulis artikel berjudul “Istighfar dalam 416 Kata” dan “Istighfar Amalan Esensial (Surat Nuh Ayat 10-12)“.

Apa Anda pernah mengalami rasa ingin kabur dari kehidupan? Saya pernah. Beberapa kali malah.

Nah, saya menemukan bahwa hal yang membuat saya kembali menjejak ke kehidupan nyata adalah dengan menyadari dan mengingat akhir tujuan yang ingin saya raih yaitu MELIHAT ALLAH sebagaimana dalam surat Yunus ayat 26.

Karena itu saya membuat artikel berjudul “Bertahan Hidup dengan Mengingat Allah“.

Inspirasi-inspirasi tersebut membantu saya untuk tetap bertahan. Nah, siapa tahu juga bisa bermanfaat bagi para pengunjung blog ini.

Topik-topik barusan hanyalah beberapa topik yang telah saya ulas di rangkaian tulisan pertama blog ini. Dalam perjalanan blog ini tentu insya Allah akan bertambah topik-topik lainnya.

Jika ada satu saja orang yang terbantu dengan kehadiran blog ini, sudah menjadi hal yang akan sangat saya syukuri.

Namun jika tidak ada orang lain yang membaca blog ini, saya tetap memiliki 1 pembaca setia yaitu diri saya sendiri baik di masa kini maupun diri saya di masa depan (insya Allah, jika saya masih hidup tentunya). Sebagaimana saya tulis dalam artikel berjudul “Blog: Pengingat dan Pesan untuk Masa Depan“.

Saya ingin menjadikan blog ini sebagai tempat mampir atau tempat singgah yang nyaman. Berbagi inspirasi dan informasi yang benar-benar bermanfaat bagi saya sendiri sebagai penulisnya maupun bagi Anda para pembaca yang baik hatinya.

Iqbal – Dekat.Page

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami, ayah, penikmat kopi, jogging, berenang, senang belajar hal esensial. Dekat.Page adalah blog tempat saya mengikat inspirasi dengan cara menulis dan berbagi.

2 replies on “Tagihan Internet 55.000 Yen”

Secara tidak langsung, otomatis masih terikat dengan softbank setelah kejadian itu. Mungkin pada saat itu, masih belum era “mabuk wifi” atau era wahtsappan. Tidak heran, begitu era wifi/whatsapp/telegram, skype mulai dilupakan.

Sekalian jawab pertanyaan pak Iqbal ya di tulisan saya.

Si tarjiem atau domain utamanya sekarang lagi hos Indonesia saja, satu hos.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya pak. Bapak suka Gundam ternyata. Saya dulu ksatria baja hitam, sama tamiya.

Liked by 1 person

Betul mas Ridha, sekarang Skype sudah jarang digunakan, setidaknya saya dan teman-teman.

I see, saya kira dua server menangani satu website jadi kaya cloud gitu hehe..

Sekarang saya baru rebranding jadi dekat dot page dari semula fana dot blog. Blog yang lama akan saya gunakan untuk hal lain dan dipindah dari WordPress.com ke layanan self-hosted. Makanya saya tertarik baca review web hosting di Tarjiem.com, karena memang lagi senang2nya baca review web hosting dari pengguna sungguhan. Review web hosting di Tarjiem.com selalu keren !

Terima kasih sudah berkunjung balik, betul saya suka gundam, juga suka ksatria baja hitam 🙂

Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s