Categories
Recharge

Istighfar dalam 416 Kata: Jalan Pertolongan Allah, Penyempurna Amalan, Sebab Keamanan

Hal yang perlu diketahui tentang istighfar dalam 416 kata. Kenapa 416? Temukan jawabannya dalam tulisan ini.

Memperbanyak istighfar adalah jalan memperoleh pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Terkadang seseorang menemukan jalan buntu, kegalauan, dan masalah yang tidak ada seorang pun yang akan dapat menolong. Saat itu barulah terasa hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja satu-satunya tempat meminta tolong.

Syaikh Ismail Al-Muqaddam dalam buku Fikih Istighfar (diterbitkan Pustaka Al-Kautsar) menyampaikan kisah berikut:

Bahwasanya ada seseorang mengadu kepada Hasan Al-Bashri tentang musim paceklik. Lalu beliau berkata, “Mintalah ampun (istighfar) kepada Allah.”

Ada lagi orang mengadukan kemiskinan, dia tetap menjawab, “Mintalah ampun kepada Allah.”

Yang lain mengadukan kebunnya kekeringan, dia tetap menjawab, “Mintalah ampun kepada Allah.”

Kemudian ada yang mengadukan ketiadaan anak, Hasan Al-Bashri tetap menjawab, “Mintalah ampun kepada Allah.”

Kemudian dia membaca ayat 10-12 Surat Nuh kepada mereka:

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”. (Al-Qur’an Surat Nuh ayat 10-12)

Dalam buku tersebut juga diungkap bahwa istighfar menyempurnakan kekurangan amalan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Katakanlah (Muhammad), “Aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya).” (Al-Qur’an Surat Fussilat ayat 6)

Dalam ayat tersebut terdapat isyarat bahwa dalam perjalanan untuk istiqomah niscaya akan ada kekurangan dari standar yang diperintahkan, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk menutupnya dengan istighfar untuk bertaubat dan kembali pada istiqomah.

Surat Fussilat adalah surat ke-41 di dalam Al-Qur’an, maka 416 dalam judul tulisan ini untuk mengingatkan salah satu ayat tentang istighfar yaitu surat Fussilat (surat ke-41) ayat 6.

Dalam buku Sukses Dunia & Akhirat dengan Istighfar & Taubat karya Abu Ustman Kharisman (diterbitkan Cahaya Sunnah), istighfar menyebabkan terhindar dari adzab.

“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” (Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 33).

Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu Wa Ta’ala berjanji bahwa Dia tidak akan mengadzab suatu kaum selama ada 2 hal:

(1) Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam hidup bersama mereka, dan

(2) mereka senantiasa beristighfar.

Kini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah wafat sehingga hanya tinggal 1 saja sebab keamanan dari adzab Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu istighfar.

Demikian tentang istighfar dalam 416 kata. Tentu saja tulisan ini jauh dari cukup untuk menyelami kedalaman makna istighfar, namun semoga yang sedikit ini benar-benar diingat dan diamalkan.

Iqbal – Dekat.Page

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami dan ayah, penikmat kopi, jogging, dan berenang. Mari memperbanyak istighfar (Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 6) dan bersungguh-sungguh menuju akhir tujuan: melihat Allah (Al-Qur'an Surat Yunus ayat 26).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s