Categories
Review

Review Buku Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia

5 orang Indonesia dipertemukan minat yang sama: berbenah, mencoba merancang metode berbenah yang cocok untuk orang Indonesia. Seperti apakah?

Pertama-tama, mana foto bukunya?

Well, sebenarnya review atau resensi ini merupakan tulisan yang saya muat ulang (repost) dari blog saya yang lain, artikel di blog itu sendiri sudah saya hapus beserta foto-foto di dalamnya.

Akan tetapi sayangnya, saya mengalami kebanjiran yang merusak buku-buku yang saya miliki termasuk buku Gemar Rapi. Padahal tadinya mau saya foto ulang biar lebih oke di banding di artikel versi pertama.

Maka foto terbaik yang saya miliki hanya yang saat ini saya tampilkan di atas.

Baiklah, judul buku yang akan saya review atau sajikan resensinya ini bikin saya tertarik meraihnya dari rak toko buku yang sedang saya kunjungi: Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia.

Rasa penasaran itu tak lepas dari antusiasme saya terhadap buku The Life-Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo dan pembahasan mengenai gaya hidup minimalis yang telah banyak menginspirasi saya.

Saat pertama terinspirasi buku Marie Kondo dan topik gaya hidup minimalis, saya terdorong mencari-cari di internet, komunitas pembaca buku Marie Kondo, komunitas penggemar gaya hidup minimalis, atau komunitas-komunitas sejenis di Indonesia, namun sayangnya tidak berhasil menemukannya.

Maka ketika sedang berjalan-jalan di toko buku dan menemukan buku berjudul Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia saya tergerak mengambilnya.

Tulisan di cover belakangnya menyebut adanya Gemar Rapi, ‘Gerakan Menata Negeri dari Rumah dan Pribadi’ dibentuk oleh Khoirun Nikmah dan keempat rekannya, hadir untuk menjawab persoalan berbenah di Indonesia.

That’s cool! Ternyata ada komunitas keren seperti itu.

Para penulis buku Gemar Rapi, ada 5 orang, terinspirasi metode KonMari yang diajarkan Marie Kondo.

Meski begitu buku ini menyajikan hal yang berbeda dengan metode KonMari, yaitu sebagaimana disebut dalam judulnya, menyajikan cara berbenah khas Indonesia.

Di tulisan ini saya akan mereview, mengulas resensi, dan menyajikan ringkasan buku tersebut.


1. Tentang Para Penulis Buku Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia

Buku ini memberi porsi khusus menceritakan para penulisnya. Dari halaman 16 hingga 71 atau sebanyak 56 halaman dari total 186 halaman buku ini (sekitar 30 persen buku ini) bercerita latar belakang kelima penulisnya.

Barangkali akan ada sebagian pembaca yang merasa bagian ini kebanyakan, kenapa enggak langsung to the point saja mengungkap metode Gemar Rapi?

Well, menurut saya bagian ini memang penting untuk membawa pembaca memahami latar belakang kehidupan para penulis yang mendorong mereka gemar berbenah.

Selain itu juga untuk menceritakan ketertarikan mereka pada metode KonMari, sampai pada akhirnya merasa adanya kebutuhan metode berbenah yang lebih sesuai dengan kondisi kehidupan orang Indonesia.

Seperti Marie Kondo yang menulis buku The Life-Changing Magic of Tidying Up yang merupakan hasil penelitian dan pengalamannya sejak kecil, buku yang mereka tulis ini bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba, melainkan karena masing-masing penulisnya sejak lama memiliki concern atau perhatian pada beres-beres ataupun pernah mengalami kejenuhan dengan berantakan yang dialami.

Secara pribadi saya merasa ada kemiripan antara pengalaman beberapa penulis buku ini dengan pengalaman yang saya alami yang mendorong saya tertarik untuk berbenah (declutter).

Apa itu?

Sama-sama pernah tinggal sementara di luar negeri yang kemudian menemukan masalah yang serupa terkait barang-barang yang dimiliki.

Buku ini ditulis oleh 5 orang penulis yang 3 orang di antaranya pernah merasakan kuliah di luar negeri, yaitu 2 orang di Jepang, seorang di Australia. Dari kelima orang penulis, 4 di antaranya sepasang suami-istri.

Berikut ringkasan latar belakang masing-masing penulis:

(1) Aang Hudaya

  • Sejak lahir hingga kini, sudah puluhan kali pindah rumah, karena itu keluarganya tidak terlalu banyak memiliki barang atau perabotan.
  • Mulai menyenangi kerapian sejak beranjak remaja.
  • Mengenal metode 5S/5R saat mengikuti program beasiswa Beastudi Etos Dompet Dhuafa. 5S/5R adalah seni menata ruangan dari Jepang dengan prinsip Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin) yang populer diterapkan di lingkungan industri dan perkantoran.
  • Menikah dengan Khoirun Nikmah yang juga senang berbenah dan kerapian.
  • Tahun 2017 mengenal metode KonMari setelah mencari beberapa sumber di internet tentang penataan barang yang efektif.

(2) Khoirun Nikmah

  • Sejak kecil senang berbenah.
  • Karena senang berbenah pernah dipanggil beberapa orang untuk merapikan rumah mereka.
  • Mendapat teladan beres-beres dari seorang sahabat di masa SD dan neneknya.
  • Belajar 5S/5R saat mengikuti program Beastudi Etos Dompet Dhuafa.
  • Setelah menikah tetap suka berbenah namun bertambahnya perabotan membuatnya mulai merasa lelah.
  • Mengenal metode KonMari dari buku Marie Kondo yang dibeli suaminya (Aang Hudaya) dan merasa menemukan sosok masa kecilnya di buku itu.
  • Tahun 2018 menulis buku KonMari Merubah Hidupku.

(3) Achmadi Bambang Sulistiyono

  • Pernah kuliah di Jepang bersama istrinya (Wanginingastuti Mutmainah), di sana menemukan bahwa kerapian harus diusahakan sendiri tanpa mengganggu produktivitas.
  • Di Jepang para diaspora Indonesia sering mewarisi barang atau perabotan rumah tangga layak pakai.
  • Menemukan masalah yang harus dihadapi para diaspora Indonesia saat menjelang kepulangan ke tanah air: mewariskan perabotan yang tidak mungkin dibawa ke Indonesia; memilah, memilih, dan mengemas barang yang akan dibawa pulang; membuang barang-barang; mengembalikan kondisi apato (tempat tinggal) seperti keadaan semula sebelum ditempati.

(4) Wanginingastuti Mutmainah

  • Tahun 2012 mendapat beasiswa dari pemerintah Jepang untuk sekolah S-2 (2 tahun) dan S-3 (3 tahun) di Jepang.
  • Selama 5 tahun di Jepang sering tertarik membeli barang karena sistem yang menjamin kenyamanan dan kemudahan orang berbelanja maupun barang-barang yang dijual di sana unik-unik.
  • Saat menjelang kepulangan ke tanah air kesulitan mengemas barang.
  • Di masa berkemas tersebut menemukan resensi buku metode KonMari oleh Dee Lestari.
  • Kesulitan juga dirasakan saat barang yang dikirim melalui pos dan memerlukan biaya tinggi tiba di Indonesia ternyata jadi menumpuk di rumah.

(5) Putriana Indah Lestari

  • Saat kecil hingga dewasa memperoleh fasilitas dan barang-barang memadai dari orang tuanya. Lama kelamaan barang-barang tersebut mulai menumpuk.
  • Menikah dengan seorang minimalis dan rapi.
  • Bersama suami memperoleh beasiswa kuliah di Australia.
  • Di sana barang-barang kembali menumpuk.
  • Mulai peduli dengan barang-barang yang dimiliki dan kerapian.
  • Mulai peduli pada berapa banyak sampah telah dihasilkan.

2. Alasan Menulis Buku Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia

Terinspirasi metode KonMari, di Agustus 2017 kelima orang tersebut membuat Komunitas KonMari Indonesia (KKI) dengan seizin KonMari Inc.

KKI menyelenggarakan kelas online menggunakan group WhatsApp.

Selama menjalankan KKI, para penulis mendapati kegalauan beberapa orang yang mengikuti kuliah online ataupun pada kesempatan lainnya, ternyata tidak semua orang merasa cocok dengan metode KonMari.

Well, saya sendiri termasuk yang merasa tidak cocok dengan metode KonMari, jika yang dimaksud adalah menjalankan keseluruhannya secara saklek.

Tetapi dengan modifikasi seperlunya, metode tersebut menjadi salah satu alat yang powerful dalam berbenah.

Menurut saya memang kunci penerapan buku tersebut adalah tidak harus mengerjakan semua yang ada di dalamnya, yang penting goal-nya ketemu.

OK, lanjut.. di 2018, KonMari Inc. mengirim surat agar KKI menghentikan seluruh kegiatan komunitas karena untuk menyebarkan metode KonMari ke khalayak ramai harus ada yang menjadi KonMari Certified Consultant (KCC) terlebih dahulu.

Untuk memperoleh lisensi KCC diperlukan biaya yang tidak murah. Para pendiri pun akhirnya memilih membubarkan KKI.

Momen tersebut dimanfaatkan KKI berubah menjadi Gemar Rapi singkatan dari Gerakan Menata Negeri dari Rumah dan Pribadi.

Para pendiri Gemar Rapi kemudian merancang metode bersih-bersih yang diharapkan dapat lebih mudah diterapkan masyarakat Indonesia.

Mereka menulis buku Gemar Rapi: Metode Berbenahnya Indonesia serta membuat website gemarrapi.org.


3. Metode Berbenah Gemar Rapi

Gemar Rapi menyajikan 5 metode berbenah:

Metode 1: pembentukan mindset, pendekatan spiritual, perubahan habit

Metode 2: personalized, potensi individu, ramah anak.

Metode 3: faktor kesehatan, menghargai perasaan.

Metode 4: safety first, aman kondisi, aman perbuatan.

Metode 5: sustainable, rumah ramah alam, tidak mencemari lingkungan, less waste, tidak konsumtif.

Prinsip Gemar Rapi adalah RASA yang merupakan singkatan Rapi & Teratur, Aman & Nyaman, Sehat & Bersih, Alami & Berkelanjutan.

Gemar Rapi membagi urutan berbenah ke dalam 3 klaster:

Klaster 1: dapur, pakaian, buku.

Klaster 2: dokumen/kertas, mainan, benda kenangan.

Klaster 3: kamar tidur, ruangan lainnya, toiletries, toilet, kamar mandi, halaman.


4. Kesan dan Kesimpulan: Buku Padat Berisi

Gemar Rapi adalah gerakan yang digagas oleh Aang Hudaya, Khoirun Nikmah, Achmadi Bambang Sulistiyono, Wanginingastuti Mutmainah, dan Putriana Indah Lestari, guna menata negeri dari rumah dan pribadi (sebagaimana singkatan Gemar Rapi itu sendiri) dengan metode berbenah yang dianggap cocok untuk karakteristik orang Indonesia.

Kesan yang saya dapat saat membaca buku Gemar Rapi: padat berisi.

Ada penjelasan singkat metode-metode berbenah lainnya yang jika ingin mencobanya bisa langsung mencobanya karena di buku ini metode-metode tersebut diuraikan secara ringkas dan jelas.

Metode-metode dimaksud yaitu Packing Party, Mins Game, KonMari, Swedish Death Cleaning, Four Box Method, One Method, The Backwards Hanger, Drawer Rotation, 90/90 & 20/20 Rule, dan Project 333 Capsule Wardrobe.

Apa saya merekomendasikan buku ini?

Ya, karena buku ini memperkaya referensi beres-beres dan mungkin juga metode di Gemar Rapi lebih cocok bagi pembacanya.

Jika penasaran lebih lanjut bisa juga mendaftar kelas yang mereka sediakan di website gemarrapi.org.

Menurut saya uang yang dikeluarkan membeli buku ini maupun mengikuti kelas tersebut insya Allah tidak sia-sia karena bisa jadi dengan membaca buku seperti ini malah kedepannya bisa menjadi lebih efisien dalam membelanjakan uang. Setidaknya itulah yang saya rasakan.

(Disclaimer: saya tidak ada afiliasi dengan Gemar Rapi dan tidak memperoleh keuntungan finansial jika para pembaca blog ini membeli buku Gemar Rapi atau mengikuti kelas yang disediakan)

Iqbal – Dekat.Page

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami dan ayah, penikmat kopi, jogging, dan berenang. Mari memperbanyak istighfar (Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 6) dan bersungguh-sungguh menuju akhir tujuan: melihat Allah (Al-Qur'an Surat Yunus ayat 26).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s