Tantangan Menulis Thesis Minimalis

Saya mencoba tantangan menulis thesis S2 yang dibatasi jumlah halamannya, paling banyak 25 halaman saja. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan!

Saya mencoba tantangan menulis thesis S2 yang dibatasi jumlah halamannya, paling banyak 25 halaman saja. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan!

Saat kuliah di Hiroshima University saya memperoleh tantangan tidak langsung untuk menulis thesis (karya tulis akhir) yang maksimal jumlah halamannya 25 saja.

Saya bilang tantangan “tidak langsung” karena sebenarnya itu adalah arahan dari dosen pembimbing thesis teman saya kepada teman saya. Sementara Dosen pembimbing saya sendiri tidak pernah menetapkan berapa jumlah halaman thesis yang harus saya buat.

Akan tetapi, saya tertarik dengan arahan menulis thesis 25 halaman tadi dan menantang diri saya sendiri untuk mencobanya.

Nah, setelah mencobanya selama 1 tahun, saya menemukan ternyata menulis thesis setebal hanya 25 halaman tidak semudah yang saya bayangkan.

Setelah saya mencoba memadatkan setiap pembahasan, kalimatnya malah jadi tidak mengalir. Akhirnya thesis saya pun berakhir menjadi 40 halaman (belum termasuk lampiran). Saya tidak mampu membuat lebih tipis dari itu.

Tetapi teman saya berhasil, silakan download di Hiroshima University International Repository. Delapan halaman saja malah. Dan setelah saya japri teman saya itu ternyata malah dimintanya maksimal 15 halaman, bukan 25!

Pengalaman ini bagi saya sungguh menarik, sebenarnya ini berlatih menerapkan gaya hidup minimalis juga, bisa enggak menyampaikan suatu ide dalam waktu singkat atau secara efisien tanpa kehilangan ide besarnya.

Dalam perjalanan mencoba menipiskan thesis tersebut saya membuang beberapa penjelasan yang tidak terlalu penting, begitu juga kata-katanya, sebagaimana minimalism yang identik dengan berbenah (declutter).

Bagaimana pendapat Anda, apa sebaiknya ada batas minimal/maksimal jumlah halaman skripsi/thesis ataukah dilepas saja (bebas)?

Anda suka blog ini? Ingin mendukung keberadaan blog ini? Caranya mudah. Mari share, like tulisan, tinggalkan jejak di komentar, dan jangan lupa mendoakan saya dengan untaian doa-doa indah Anda hari ini.

Terima kasih atas waktunya.

Iqbal – Dekat.Page

(Updated – January 2021)

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami dan ayah, penikmat kopi, jogging, dan berenang. Mari memperbanyak istighfar (Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 6) dan bersungguh-sungguh menuju akhir tujuan: melihat Allah (Al-Qur'an Surat Yunus ayat 26).

2 comments

  1. Idola ini kalau Thesis S2 bisa cuman sedikit halaman nya 🙇🙇🤣🙏. Saya juga sedang menyusun Proposal Thesis. 😂 Terima kasih telah mewakili kegundahan saya juga. 🤣 Tulisan ini pendek tapi menarik, biasa bangga kalau panjang sekali. Padahal panjang belum tentu bukunya mencerminkan bobot isi penelitian nya

    Liked by 1 person

    1. Sepakat mas. Dan saya merasakan pengalaman baru bahwa ternyata menulis dengan target setipis-tipisnya (tapi tetap harus deliver ide utamanya) ternyata tidak menjadi lebih mudah dari bikin yang tebal. Sama-sama pening 😀 Yang mudah bagi saya kalo bikinnya sesuai yang pengin disampaikan aja, jumlah halamannya mengikuti.

      Liked by 1 person

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s