Categories
Review

Apa Perbedaan WordPress.com dan WordPress.org? (Bonus: Review WordPress.com Business Plan)

Mengungkap perbedaan WordPress.com dan WordPress.org (serta review WordPress.com Business Plan yang harganya 3 juta rupiah per tahun dan alasan mengapa saya tak lagi menggunakannya — bukan soal harganya yang mahal).

Beberapa hari yang lalu ada yang bertanya kepada saya, “pasang plugin di WordPress bayar ya?”

“Eh, nggak kok, gratis, tinggal instal. Yang bayar itu plugin versi premium, tapi versi freenya ada kok.” jawab saya.

Ternyata yang dimaksud penanya barusan adalah pasang plugin di WordPress.com yang memang mesti bayar dulu sekitar 3 juta rupiah per tahun.

Nah, dalam kesempatan kali ini saya akan mengungkap perbedaan WordPress.com dan WordPress.org, kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta mana yang cocok untuk dipilih.

Setelah itu, saya akan mengulas review WordPress.com Business Plan yang harganya 3 juta per tahun, berhubung saya pernah menggunakannya. Sekaligus alasan mengejutkan kenapa saya tak lagi menggunakannya (bukan soal harganya yang mahal).


1. Apa itu WordPress?

WordPress adalah salah satu free & open source content management system (CMS). CMS adalah software yang berfungsi untuk mengelola konten, baik itu menulis, menyimpan, maupun menyajikan konten tersebut.

Sedangkan yang dimaksud dengan free & open source artinya pada prinsipnya setiap orang bisa mengakses dan menggunakan WordPress tanpa biaya serta bisa mengotak-atik isi di dalamnya selama memenuhi ketentuan lisensi General Public License, yang memberikan 4 kebebasan:

  1. Menggunakannya untuk berbagai tujuan.
  2. Mempelajari bagaimana ia bekerja dan mengubahnya untuk melakukan apa yang Anda inginkan.
  3. Menyebarkannya.
  4. Menyebarkan hasil modifikasi Anda kepada orang lain.

Sejarah WordPress bermula di tahun 2003 ketika Mike Little dan Matt Mullenweg memutuskan melakukan fork (istilah di bidang software engineering untuk kegiatan “mengopi/menyalin source code suatu software untuk menciptakan software yang baru yang berbeda”) pada software B2/Cafelog. Hal ini mereka lakukan karena pada saat itu pengembangan B2/Cafelog mengalami kebuntuan.

Inisiatif kedua orang tersebut memperoleh respon positif dari para developer sehingga bergabunglah para kontributor dari berbagai negara untuk bersama-sama membangun WordPress.

Saat tulisan ini dibuat (2020), WordPress menjadi CMS yang paling banyak di gunakan, yaitu sebanyak 38 persen website di seluruh dunia menggunakan WordPress.

Singkat kata, WordPress adalah software untuk membuat blog atau website.


2. Apa Itu WordPress.com?

WordPress.com adalah ekosistem WordPress yang disediakan atau dikelola oleh Automattic, perusahan yang didirikan oleh Matt Mullenweg.

Jadi begini, WordPress itu kan sebenarnya free, setiap orang bebas menggunakannya tanpa dipungut biaya apa-apa. Hanya saja WordPress itu sendiri sebenarnya hanya engine atau mesin yang tidak akan berfungsi jika tidak ada tempat bernaungnya atau inang, atau yang disebut dengan server.

Nah, WordPress.com itu adalah ekosistem di mana mesin WordPress di-host atau ditampung oleh server milik Automattic, yang berfungsi untuk memberi akses kepada semua orang yang ingin menggunakan WordPress tetapi memiliki keterbatasan kemampuan teknis. Harap maklum, sebab di tahun 2000-an memang untuk menginstal WordPress itu tidak semudah seperti sekarang.

Untuk memahami seperti apa ekosistem WordPress.com, mari lihat foto berikut:

Ilustrasi WordPress.com - Silakan tempati rumah ini secara free dan silakan menggunakan perabotan yang telah disediakan di dalamnya. Tidak diperkenankan membawa perlengkapan atau perabotan dari luar, kecuali jika membayar biaya tambahan.
Ilustrasi WordPress.com – Silakan tempati rumah ini secara free dan silakan menggunakan perabotan yang telah disediakan di dalamnya. Tidak diperkenankan membawa perlengkapan atau perabotan dari luar, kecuali jika membayar biaya tambahan.

Pada gambar di atas, WordPress.com dianalogikan sebagai sebuah rumah yang boleh digunakan secara gratis untuk meletakkan mesin WordPress. Di dalamnya sudah disediakan perabotan dasar yang sudah cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar membuat blog atau website.

Pengguna rumah tersebut tidak diperkenankan membawa peralatan tambahan, pokoknya gunakan saja apa yang telah disediakan.

Jika ingin menambah perabotan, maka mesti membayar biaya tambahan alias melakukan upgrade

Perbandingan harga paket WordPress.com, semakin ke kanan semakin mahal, sekaligus semakin fleksibel.
Perbandingan harga paket WordPress.com, semakin ke kanan semakin mahal, sekaligus semakin fleksibel. (sumber: https://wordpress.com)

Dalam hal ini, para pengguna WordPress.com bisa langsung mendaftar dan membuat tulisan, berjualan, dan melakukan berbagai hal, secara gratis, tidak dipungut biaya apa-apa. Akan tetapi, dengan beberapa keterbatasan, misalnya tidak bisa menginstal plugin (analogi perabotan tambahan). Untuk menunjang kebutuhan dasar blogging dan membuat website, Automattic telah menginstal all in one plugin bernama Jetpack ke dalam WordPress.com.

Keterbatasan lainnya yaitu tidak bisa menginstal theme atau template selain dari apa yang telah disediakan di dalam WordPress.com, serta adanya peraturan yang lebih ketat ketimbang di WordPress hosting sendiri (self-hosted)/WordPress.org yang nanti akan diuraikan di bagian setelah ini.

Kelebihan ekosistem WordPress.com:

Kekurangan WordPress.com:

  • Tidak bisa menginstal plugin, semua kebutuhan operasional mengandalkan plugin Jetpack yang terinstal otomatis.
  • Tidak bisa menginstal theme di luar apa yang disediakan.
  • Versi gratisnya membawa nama WordPress.com di belakangnya, misal kucingkucingyanglucu.wordpress.com.
  • Permalinknya mungkin tidak semua orang akan merasa cocok dengannya, yaitu ada tahun, bulan, dan tanggalnya, contohnya: https://dekat.page/2020/08/17/final/ , dan ini tidak bisa dirubah kecuali diupgrade ke Business Plan.
  • Tidak boleh memasang iklan Adsense maupun program iklan lainnya. Akan tetapi disediakan program iklan milik WordPress.com yaitu WordAds. Untuk memasang WordAds, pemilik akun WordPress.com bisa mengajukan aplikasi pendaftaran atau bisa juga dengan cara mengupgrade ke Premium Plan ke atas.
  • Untuk bisa memakai domain sendiri (misal dekat.page) serta memperoleh fleksibilitas dan kapasitas yang lebih besar perlu mengupgrade (artinya mesti bayar). Sedangkan untuk bisa menginstal plugin mesti mengupgrade ke Business Plan seharga 3 juta per tahun.
  • Bagi yang berminat memakai Business Plan, tidak ada pilihan bayar bulanan, hanya ada tahunan dan dua tahunan. Artinya uang 3 juta itu mesti dibayar tunai seutuhnya tidak bisa dicicil per bulan.

Bagi yang ingin mengetahui lebih mendalam tentang apa yang terjadi di dalam eksosistem WordPress.com bisa menyimak video ini:


3. Apa Itu WordPress.org atau Self-Hosted WordPress?

Bagi orang-orang yang ingin memperoleh fleksibilitas yang lebih besar, mereka bisa mencari rumah sendiri untuk mesin WordPress. Rumah tersebut disebut sebagai layanan web hosting.

Dahulu, orang yang ingin menggunakan WordPress perlu mendownload software tersebut dari website WordPress.org. Kemudian mereka menginstalnya di komputer dan membuatnya online, atau bisa juga memindahkannya ke web hosting.

Sekarang mayoritas web hosting, jika tidak semuanya, telah menyediakan fitur instal WordPress yang lebih mudah, tinggal klik beberapa kali saja setiap orang bisa memiliki blog atau website WordPress.

WordPress tipe ini disebut self-hosted WordPress, atau WordPress yang diinstal di server pilihan sendiri, baik di server milik sendiri maupun di layanan web hosting.

Ekosistem WordPress.org atau Self-hosted WordPress seperti rumah yang disewa untuk menempatkan mesin WordPress sebagaimana gambar berikut:

Ilustrasi WordPress.org - bebas membawa mesin WordPress ke rumah mana saja, boleh bawa perabotan tambahan dan memiliki berbagai fleksibilitas lainnya.
Ilustrasi WordPress.org – bebas membawa mesin WordPress ke rumah mana saja, boleh bawa perabotan tambahan dan memiliki berbagai fleksibilitas lainnya.

Penyewa rumah tersebut boleh membawa perlengkapan dari luar, boleh bawa hewan peliharaan, boleh parkir kendaraan, dan sebagainya, selama masih di dalam batas yang ditetapkan oleh pemilik rumah yang asli.

Meski tetap ada batasan, namun secara keseluruhan masih lebih fleksibel ketimbang di ekosistem WordPress.com.

Kelebihan ekosistem WordPress.org/self-hosted WordPress:

  • Bisa menginstal plugin.
  • Lebih bebas menginstal theme 3rd party, pilihan theme jauh lebih banyak.
  • Bisa menggunakan nama domain sendiri (misal dekat.page)
  • Harga sewa web hosting mulai dari 10 ribu per bulan juga ada.

Kekurangan ekosistem WordPress.org/self-hosted WordPress:

  • Berbeda dengan di ekosistem WordPress.com yang mana keamanan diperoleh dengan menjaga ID dan password saja, keamanan di ekosistem WordPress.org dipengaruhi tindakan penyewa web hosting, antara lain mesti rutin mengupdate mesin WordPress, plugin, dan themenya.
  • Uptime sangat bergantung ketangguhan layanan web hosting yang dipilih.
  • Ada kemungkinan kegagalan sistem jika salah menginstal atau mengupdate. Tetapi hal ini bisa ditanggulangi dengan melakukan backup rutin.
  • Memerlukan kemampuan teknis untuk bisa menghasilkan website atau blog yang berjalan dengan tampan, seperti cara mengatur setting plugin untuk cache (seperti Litespeed Cache atau WP Super Cache) atau cara mengaktifkan gzip compression misalnya, tetapi pada umumnya ada tutorialnya yang bisa dicari di mbah Google.

4. Pilih WordPress.com atau WordPress.org?

Ini benar-benar bergantung pada kebutuhan dan personal taste masing-masing orang.

Jadi begini..

Terkadang ada anggapan seperti ini: WordPress.com untuk pemula, WordPress.org untuk tingkat mahir. Saya pikir anggapan ini ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar, saya lebih memilih membaginya seperti ini:

WordPress.com untuk orang yang mengutamakan kenyamanan ketimbang fleksibilitas. Buat penulis yang hanya perlu menulis, saya pikir WordPress.com sudah cukup mumpuni.

Sedangkan..

WordPress.org untuk orang yang mengutamakan fleksibilitas ketimbang kenyamanan. Buat yang ingin mengeksplorasi berbagai fitur WordPress maka WordPress.org adalah pilihan yang tepat.

Contoh kenyamanan vs fleksibilitas tadi bisa diperoleh misalnya di artikel berikut: https://www.troyhunt.com/its-a-new-blog/, yang mengungkap kisah Troy Hunt (seorang Microsoft Regional Director and MVP dan pakar IT yang menciptakan website https://haveibeenpwned.com/, sebuah website untuk mencari tahu apakah akun email seseorang telah menjadi korban pembobolan data) memilih sebuah layanan blogging platform bernama Ghost.

Sebagai seorang pakar IT yang bisa berbuat apa saja, ternyata dia lebih memilih paket Ghost Pro yaitu layanan managed atau dikelola oleh pihak Ghost developernya, sehingga dia bisa fokus menulis tanpa harus memikirkan hal-hal teknis sekali pun dia sudah jago.

Well, apa yang cocok buat seseorang belum tentu cocok buat orang lain bukan?


5. Review WordPress Business Plan Seharga 3 Juta Rupiah Per Tahun

Kita telah tiba di bagian terakhir tulisan ini.

Bulan Desember 2019 lalu saya menghadiri pertemuan Jakarta WordPress Meetup. Di sana saya bertemu dengan Niels Lange, seorang Happiness Engineer dan ngobrol sebentar.

Saya bertanya kenapa ya saya tidak bisa menginstal default theme WordPress untuk tahun 2020 bernama Twenty Twenty di WordPress.com padahal theme itu sudah dirilis di WordPress.org. Saya pengguna WordPress.com paket Premium.

Niels bilang dia akan mengeceknya dan meminta email saya untuk follow up.

Beberapa hari kemudian, Niels mengirim email ke saya, memberitahukan bahwa semestinya saya bisa menggunakan theme Twenty Twenty, namun karena alasan yang masih belum diketahui, saya belum bisa menggunakannya di akun WordPress premium saya, sehingga Niels secara sama sekali tak terduga, mengupgrade akun saya menjadi Business Plan selama 2 tahun, tanpa tambahan biaya, karena di paket tersebut Twenty Twenty telah tersedia.

Memperoleh respon tersebut hati saya berbunga-bunga, sekaligus terkejut. Betapa tidak, saya bisa menggunakan WordPress versi Business plan senilai 3 juta setahun. Wow, sekali lagi wow!

Seperti kejatuhan durian runtuh, seperti kejatuhan.. well, uang 3 juta rupiah!

Oke, secara ringkas yang saya ingin katakan tentang WordPress Business Plan adalah paket ini adalah salah satu paket WordPress terbaik yang pernah ada untuk kelas bisnis kecil dan menengah. Untuk bisnis besar masih ada paket VIP yang harganya bahkan tidak dimuat di websitenya (bisa kebayang dong mahalnya sampai enggak ditulis harganya).

Di WordPress Business Plan, kita memperoleh berbagai kelebihan di WordPress.com ditambah dengan fleksibilitas yaitu diperbolehkan menginstal plugin dan theme dari luar.

Tetapi tetap ada beberapa plugin yang dilarang untuk diinstal karena akan mengganggu kestabilan dan keamanan sistem, hal yang menurut saya lumrah.

Ada beberapa hal yang berbeda di WordPress.com Business Plan jika dibandingkan dengan paket-paket di bawahnya (Free, Personal, dan Premium). Jika kita menguji website atau blog kita dengan webpagetest.org, maka tiga paket terbawah akan mendeteksi bahwa website atau blog kita menggunakan CDN. Sedangkan untuk Business Plan, tidak menggunakan CDN, kecuali jika mengaktifkan setting tertentu di Jetpack.

Di paket Business ini ada satu hal yang paling saya sukai, yaitu fitur backup otomatis per tindakan. Hal ini memungkinkan kita bisa rewind atau kembali ke momen sebelum melakukan suatu tindakan kapan saja kita mau selama masih di dalam jarak waktu yang disediakan (seingat saya 30 hari, lupa, maaf he he..). Misalnya, 5 menit yang lalu saya baru saja menginstal plugin. Saat ini saya bisa kembali ke posisi sebelum menginstal plugin tersebut.

Harga yang mahal di WordPress.com Business Plan ini menurut saya sebanding dengan apa yang diperoleh.

Tetapi, meski saya puas dengan paket tersebut saya memutuskan untuk menghentikannya setelah menggunakannya selama satu tahun.

Saya meminta downgrade dan dikabulkan.

Why? Kenapa?

Bukankah tadi saya bilang paket ini keren?

Jawabannya adalah seperti yang saya ungkap di bagian keempat tulisan ini, ada orang yang mengutamakan kenyamanan ada yang mengutamakan fleksibilitas. Bisa dibilang WordPress.com Business Plan memberikan kombinasi yang pas pada kenyamanan dan fleksibilitas.

Akan tetapi.. fleksibilitas yang diberikan saya rasa terlalu besar untuk saya.

Jadi begini, bukannya fokus menulis, saya malah asyik mencoba berbagai theme dan plugin serta bereksperimen pada setting yang disediakan. Bagaimana kalau ini diklik, bagaimana kalau itu dinonaktifkan, dan sebagainya.

Setting AMP pun ada beberapa hal yang perlu saya pelajari. Sedangkan di paket yang lebih rendah (Free, Personal, dan Premium), untuk setting AMP hanya tinggal geser 1 slider aja.

Well, sama seperti yang disampaikan Troy Hunt di bagian keempat, adakalanya seseorang hanya ingin menulis, tanpa diganggu keinginan mengeksplorasi berbagai pilihan yang ada.

WordPress.com Business Plan terlalu canggih buat saya dan bikin saya penasaran untuk mengeksplorasi lebih dalam.

Nah, ada satu poin penting di sini yang perlu diketahui segenap pembaca blog ini, saat saya meminta downgrade dari Business Plan kembali ke Premium Plan, pihak Happiness Engineer memberitahu saya bahwa kondisi blog saya akan kembali seperti sebelum upgrade, maka saya mesti membackup tulisan terlebih dahulu.

Saya pun melakukan backup. Kemudian downgrade dilaksanakan, dan benar, ternyata kondisi blog saya kembali seperti sebelum diupgrade, artinya tulisan yang dibuat setelah upgrade pun hilang. Maka disitulah peran backup tadi, untuk memunculkan tulisan yang hilang.

Informasi ini penting sekali disampaikan agar jangan sampai ketika sudah downgrade ternyata semua tulisan yang dibuat menjadi lenyap.

Baiklah, saya sudahi tulisan ini semoga bisa bermanfaat bagi saya pribadi maupun yang membacanya.

Iqbal – Dekat.Page

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami dan ayah, penikmat kopi, jogging, dan berenang. Mari memperbanyak istighfar (Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 6) dan bersungguh-sungguh menuju akhir tujuan: melihat Allah (Al-Qur'an Surat Yunus ayat 26).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s