Categories
Review

Review Kuliah Online Ma’had Bimbingan Islam (BIAS)

Tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak mempelajari agamanya. Meski tidak semua orang bakal menjadi ulama, ada pengetahuan esensial yang semestinya dipahami setiap muslim.

Sebagaimana menjadi misi blog ini:

Dekat.Page adalah blog atau halaman (page) berbagi inspirasi, review, dan informasi dalam rangka menemukan apa yang esensial.”

saya ingin menyajikan tulisan-tulisan yang mengulas hal-hal yang esensial.

Maka kali ini saya menyajikan review salah satu tempat belajar Islam secara online.

Sebenarnya saya ingin sekali menulis review Islamic Online University yang sekarang berganti nama menjadi International Online University, tetapi karena suatu halangan insya Allah lain waktu saya akan menulisnya.

Foto bersama Dr. Bilal Philips, pendiri Islamic Online University (sekarang International Open University)
Foto bersama Dr. Bilal Philips, pendiri Islamic Online University (sekarang International Open University)

Saya juga ingin mengulas review bimbingan bahasa Arab BISA, but again, next time insya Allah. Oke jujur, saya belajar di sana dan DO alias drop out alias failed alias gagal.

Tetapi itu salah saya sendiri, toh istri saya berhasil belajar sampai lulus.

Nanti saya akan tulis apa yang saya tahu (dan kenapa saya gagal) sehingga bisa sekadar menambah wawasan buat yang ingin mengikutinya. Mungkin saya hanya kurang cocok dengan sistemnya yang terlalu cepat ritmenya.

Maka kali ini perkenankan saya mereview tempat belajar Islam yang baru-baru ini saya ikuti, yaitu:

Ma’had Bimbingan Islam yang diselenggarakan oleh Yayasan Bimbingan Islam (BIAS)

Well, bagi seorang muslim, menuntut ilmu itu menjadi kewajiban setiap muslim, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala firmankan dalam Surat Al-‘Asr ayat 1-3:

Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Surat ini dulu dibaca setiap jam sekolah usai, saat saya menjadi murid TK dan SD Islam Assyafi’iyah Bekasi. Seakan surat tersebut menjadi perangkum sekaligus penutup apa yang telah dipelajari sejak pagi hingga siang.

Surat tersebut membawa pesan yang sangat esensial, tentu saja seluruh isi Al-Qur’an adalah esensial, akan tetapi ada perkataan Imam Asy Syafi’i Rahimahumullah Ta’ala bahwa kalau sekiranya Allah tidak menurunkan hujjah kepada hamba-Nya kecuali surat ini, niscaya surat ini sudah mencukupi bagi mereka.

Dalam surat tersebut terdapat pesan yang salah satunya adalah agar tidak merugi maka manusia harus beriman.

Adapun untuk beriman dengan benar maka seorang muslim harus memiliki ilmu yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya.

Nah, mari kita menanyakan kepada diri masing-masing, sebagai seorang muslim sejauh mana telah berupaya mengenal agama ini?

Tentu menjadi realita saat ini tidak semua orang bisa menuntut ilmu di pesantren atau di kampus-kampus studi Islam, juga tidak semua orang bisa seperti di zaman dulu yang mana seorang anak dikirim untuk belajar kepada seorang syaikh.

Sekarang dunia telah semakin menyibukkan. Bukankah terasa demikian?

Tetapi kewajiban menuntut ilmu Islam itu tidak terputus begitu saja. Tidak ada alasan untuk tidak belajar Islam, sesibuk apa pun.

Tentu tidak semua orang diharapkan bakal menjadi ulama. Tetapi ada titik minimal yang semestinya terpenuhi.

Contohnya, saya pernah pergi ke toilet di salah satu gedung perkantoran dan menemukan ada bekas buang air kecil yang tidak diguyur dan sungguh mengganggu.

Padahal air kencing itu termasuk perkara besar:

“Bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni)

Siksa kubur itu berat.. masa hanya karena air kencing yang mestinya bisa dihindari akhirnya kita kena siksa kubur? Jangan dong. Mari beristighfar.

Nah, apakah setiap muslim telah mengetahui hal-hal esensial semacam itu?

Maka, sudah menjadi kewajiban kita untuk mempelajari ilmu-ilmu yang paling penting di dalam Islam.

Di tengah kesibukan aktivitas modern ini ada salah satu tempat belajar Islam yang sedang saya ikuti yaitu Ma’had Bimbingan Islam yang beralamat di https://mahad.bimbinganislam.com.

Sebagaimana tertulis dalam halaman Tentang Kami: Ma’had Bimbingan Islam adalah salah satu program di bawah Yayasan Bimbingan Islam (BIAS), yang berbentuk pendidikan nonformal dengan tujuan utama memberikan pendidikan berupa ilmu-ilmu syariat kepada kaum muslimin secara lebih luas.

Ini posternya:

Sebagaimana tertulis di posternya, kuliah online ini diampu oleh 3 orang pengajar yaitu Ustadz Muhammad Romelan, Lc. M.Ag., Ustadz Amir As-Soronji, LC. M.PD.I., dan Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A., ketiganya merupakan alumnus Universitas Islam Madinah.

Sebagaimana tertulis di posternya, kuliah online ini diampu oleh 3 orang pengajar yaitu Ustadz Muhammad Romelan, Lc. M.Ag., Ustadz Amir As-Soronji, LC. M.PD.I., dan Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A., ketiganya merupakan alumnus Universitas Islam Madinah.

Ada 2 materi yang diajarkan, yaitu AQIDAH dengan kitab panduan Tsalatsatul Ushul, Qawaidul Arba’, dan Syarhus Sunnah lil Muzani, serta FIQIH dengan kitab panduan Manhajus Salikin wa Taudhihul Fiqhi fi Din.

Ringkasan sistem pembelajarannya seperti ini:

  • Setiap pekannya santri wajib menyimak pelajaran berupa 3 video materi berdurasi kurang lebih 30 menit.
  • Materi tersebut hanya bisa diakses di website mahad.bimbinganislam.com.
  • Ada kuis pekanan dan ujian akhir mustawa sebagai bahan evaluasi untuk santri.
  • Selain materi dan kuis, kolom tanya Ustadz, modul, dan lain-lain hanya bisa diakses di website pembelajaran.

Setelah saya terdaftar, hal yang pertama saya alami adalah saya dimasukkan ke group Whatsapp BIAS laki-laki yang jumlah anggotanya 255 peserta.

Sebelum memasuki pekan pertama pembelajaran, kami lebih banyak mengenal sistem dan saling menyapa atau memperkenalkan diri, seperti siapa yang dari kota ini, siapa yang dari sini, dan sebagainya.

Sejak awal para santri memperoleh panduan belajar berformat pdf yang mesti dibaca dan dipahami sampai tuntas.

Sejauh ini saya tidak menemukan kendala yang berarti karena sampai saya menulis ini semua yang perlu saya ketahui ada di panduan tersebut.

Di pekan pertama saya belajar FIQIH bab thaharah atau bersuci yaitu mengenai air dan bejana, istinja’ dan adab-adab buang hajat.

Nah, seperti saya ungkap di atas, di dalam Islam yang namanya bersuci itu bukan perkara yang main-main, malah diletakkan di awal kitab-kitab fikih.

Tetapi kenapa ya masih banyak yang terlalu santai dalam urusan buang air kecil sampai-sampai sekadar mengguyur toilet setelah dipakai saja tidak mau.

Di pekan kedua saya belajar AQIDAH yang dimulakan dengan pembahasan urgensi mempelajari aqidah.

Setelah itu pekan selanjutnya belajar fiqih dan pekan selanjutnya belajar aqidah, jadinya selang-seling.

Bisa dibilang, belajar di Ma’had Bimbingan Islam ini bisa memenuhi kebutuhan ilmu-ilmu Islam yang paling mendasar, yang paling esensial. Hal yang semestinya seorang muslim memahaminya.

Di silabus tidak ada pembahasan yang lebih advanced seperti misalnya mengenai akad-akad jual-beli atau warisan yang memerlukan hitung menghitung.

Menurut saya ini make sense, mengingat waktu pembelajaran yang hanya 1 tahun tentunya perlu diambil mana yang paling urgen dipahami dari kesemua ilmu-ilmu Islam.

Di akhir setiap pekan akan ada kuis yang mesti dikerjakan di website Ma’had Bimbingan Islam. Ada 3 hal yang saya sukai dari kuis pekananan ini:

Pertama, soal kuisnya selain menguji hafalan dan pemahaman teori juga menguji penerapan teori untuk hal-hal yang praktikal.

Kedua, kuisnya mengajak santri untuk berpikir. Jadi ini bukan melulu soal hafalan, melainkan ada unsur berpikir di dalamnya.

Ketiga, diselipkan jawaban-jawaban yang lucu di dalam pilihan jawabannya. Sehingga tak jarang saya tersenyum-senyum dan memperlihatkan soal tersebut kepada istri saya saat saya sedang mengerjakannya, istri saya pun tersenyum geleng-geleng kepala. Yah, contohnya saja ada satu pilihan jawaban yang berbunyi: Aku, Kamu, dan KUA.

Tetapi meskipun lucu, itu hanya sekadar membuat suasana mengerjakan kuis menjadi santai dan menyenangkan, sebab apa yang ditanyakan di dalam kuis adalah hal-hal yang memerlukan pemahaman. Harus berpikir.

Jadi bukan berarti diselipi jawaban yang lucu maka soalnya jadi main-main.

Well, sebagaimana saya sampaikan dalam tulisan “Review Buku Saku Meneladani Shalat dan Wudhu Nabi: Tipis, Ringkas, Murah, tetapi Esensial” saya bilang bahwa buku yang saya review itu bisa berperan sebagai titik awal belajar shalat, maka Ma’had Bimbingan Islam ini pun demikian, bisa menjadi titik awal belajar Islam.

Dalam satu kesempatan, pengurus Ma’had menyampaikan ke group:

“Kami tekankan bahwa kita sedang mempelajari kitab Manhajus Salikin, bukan kitab fiqih lainnya. Sangat boleh jadi terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama di dalam berbagai kasus. Pendapat yang kita jadikan sandaran adalah apa yang ada di dalam kitab dan ditarjih oleh pemateri. Demikian pula pendapat tersebut dikuatkan oleh Asatidzah di sekitar kita. Silakan fokus ke buku panduan yang dipakai, demikian wasiat para ulama ketika baru belajar.”

Saya akur dengan nasihat itu, para santri yang baru belajar hendaknya fokus mempelajari kitab yang diajarkan.

Jadikan itu sebagai titik awal, tanpa menafikan atau meniadakan adanya perbedaan pendapat para ulama.

Adakalanya kita membutuhkan kajian tematik, seperti kajian tentang istighfar, pernikahan, dan sebagainya. Tetapi adakalanya kita membutuhkan kajian yang sifatnya lebih fokus mempelajari satu kitab.

Menurut saya Ma’had ini bisa menjadi solusi bagi para pemula yang ingin ngaji kitab.

Saya merasakan saat belajar di Islamic Online University, saya jadi dipaksa membaca 1 buku teks secara lebih mendalam dan tuntas, halaman demi halaman, tidak loncat-loncat bab atau tema.

Menyelesaikan perlahan satu buku atau kitab sampai selesai dengan dibimbing guru atau pengajar memberikan kenikmatan tersendiri, nikmat yang sama saya rasakan di Ma’had Bimbingan Islam BIAS ini.

Saya pikir cukup sekian dulu review ini, nanti saya akan lanjutkan jika menemukan hal baru yang perlu saya update di tulisan ini.

Sebagaimana misi blog ini, saya ingin mengajak diri saya sendiri serta para pengunjung blog ini yang beragama Islam, mari di tengah kesibukan yang dilakukan sekarang, apa pun itu, mari sediakan waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu dasar Islam.

Anda punya pengalaman belajar Islam via online baik di Ma’had Bimbingan Islam BIAS atau tempat lainnya?

Iqbal – Dekat.Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s