Categories
Blogging

Sujud Syukur, Waktu Luang, Menulis Blog

Belakangan ini sesekali saya sujud syukur tiap kali mau menulis blog ini.

Belakangan ini sesekali saya sujud syukur tiap kali mau menulis blog ini.

Beberapa waktu silam, penceramah atau khotib shalat Jumat di Masjid Al-Azhar Jakapermai Bekasi menyampaikan sebuah ayat:

“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.” (Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 77)

Ayat tersebut menjelaskan tentang 4 hal yang menjadi penyebab keberuntungan atau 4 hal yang jika dilakukan seseorang maka akan membuatnya menjadi orang yang beruntung. Hal ini terlihat dari kata “la ‘allakum” yang di dalam Al-Qur’an bermakna “pasti” (meski di terjemahan bahasa Indonesia umumnya diterjemahkan menjadi “agar”).

Kunci keberuntungan berdasarkan ayat tersebut ada 4:

  1. Rukuk
  2. Sujud
  3. Sembahlah Tuhanmu
  4. Berbuat kebaikan.

Ketika di sebut “rukuk” maka maknanya adalah “shalat”.

Sedangkan ketika disebut “sujud” maka ruang lingkupnya menjadi lebih luas, bukan hanya “shalat” tetapi juga sujud syukur dan sujud tilawah.

“Sembahlah Tuhanmu” ruang lingkupnya lebih luas lagi dari sujud, yaitu ditambah lagi dengan amal ibadah lainnya seperti mencuci baju, bekerja mencari nafkah, dan banyak lagi.

“Berbuat kebaikan” lebih luas lagi dari “sembahlah Tuhanmu”, yaitu ditambah lagi dengan berbuat kebaikan seperti mematuhi aturan lalu lintas, mematuhi protokol kesehatan, membuang sampah pada tempatnya.

Jika keempat hal tersebut dilakukan, maka niscaya seseorang akan menjadi beruntung.

Nah, salah satu oleh-oleh pikiran yang saya bawa dari ceramah itu adalah soal sujud syukur. Bisa jadi ini amalan yang dilakukannya tidak sesering sujud tilawah dan sujud dalam shalat.

Sujud syukur adalah sujud sebagai bentuk mensyukuri nikmat yang diperoleh, baik memperoleh sesuatu yang menyenangkan (misalnya diterima kerja di perusahaan impian, pinangan diterima, lulus ujian masuk universitas, mendapat hadiah umroh) maupun ketika selamat dari bahaya (misalnya sembuh dari penyakit berbahaya).

Kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya banyak hal yang bisa disyukuri, tidak melulu sesuatu yang secara jelas tampak luar biasa, seperti sesuatu yang sering lalai disyukuri, yaitu…. waktu luang.

Belakangan ini saya merasakan sendiri betapa waktu luang adalah harta yang tak ternilai harganya.

Ada pepatah yang bilang “waktu adalah uang”. Well, pepatah ini ada benarnya. Banyak orang yang ketika diberi waktu maka dia bisa memperoleh uang (atau bisa juga kalau lagi butuh uang maka kita bisa menjual jam tangan penunjuk waktu he he..).

Tetapi di sisi lain kita bisa melihat dari perspektif sebaliknya: “dengan adanya uang maka kita bisa membeli waktu”. Menurut penelitian, membeli waktu adalah salah satu faktor kebahagiaan.

“.. orang-orang yang membelanjakan uang untuk layanan yang menghemat waktu memperlihatkan kepuasan hidup yang lebih besar. Penelitian lapangan memperlihatkan hubungan sebab-akibat (kausalitas) bahwa orang dewasa yang bekerja melaporkan adanya kebahagiaan yang lebih besar setelah membelanjakan uang untuk pembelian yang membuat mereka bisa menghemat waktu ketimbang membeli barang. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa menggunakan uang untuk membeli waktu bisa melindungi orang-orang dari efek merugikan dari tekanan waktu pada kepuasan hidup.”

Whillans, A. V., Dunn, E. W., Smeets, P., Bekkers, R., & Norton, M. I. (2017). Buying time promotes happiness. Proceedings of the National Academy of Sciences, 114(32), 8523-8527. doi:10.1073/pnas.1706541114

Benar juga nih, contoh yang saya alami, dengan membeli mesin cuci seharga 4 juta yang pencuci dan pengeringnya digabung saya bisa menghemat waktu dari semula menggunakan mesin cuci dua tabung yang pencuci dan pengeringnya dipisah. Atau malah jika dibandingkan dengan mencuci dengan tangan. Ini hanya contoh sederhana bahwa dengan uang seseorang bisa membeli waktu.

Intinya waktu itu berharga dan memilikinya adalah nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sebagaimana saya tulis di awal, belakangan ini sesekali saya sujud syukur tiap kali mau menulis blog ini. Karena belakangan ini saya merasa agak sedikit terseok-seok dalam mengelola waktu. Sebagai yang punya anak masih kecil dan mulai bisa lari kesana-kesini, masa penyapihan yang tidak begitu mulus sehingga sang anak kesulitan tidur, serta di sisi lain ada urusan-urusan lain yang sedang padat merayap (those zoom meetings). Plus ada anggota keluarga yang sedang sakit sehingga sedikit banyak berpengaruh pada ritme kehidupan saya.

Karenanya saya pun sesekali bersujud syukur ketika punya waktu untuk mengerjakan blog ini.

Sebenarnya ada banyak sekali ide di pikiran untuk diwujudkan menjadi tulisan. Insya Allah saya akan tetap melanjutkan niat saya pada blog ini: mengikat inspirasi dengan menulis dan berbagi.

Sebagai seorang yang senang berkunjung ke blog orang lain alias blog walking, meski tidak selalu meninggalkan jejak komentar, terkadang saya menyayangkan ada blog bagus tapi setelah itu terputus beberapa bulan atau malah setahun tidak pernah update lagi.

Ternyata saya pun mengalaminya di blog ini, tidak banyak update. Tetapi sebenarnya saya tidak benar-benar menghilang dari blogging, hanya saja ada hal lain di dunia maya yang juga sedang saya tekuni. Seperti:

  1. Mengawal blog milik istri (baca: bantuin back up, bantu search console, bantu ikut lomba blog, dan sebagainya).
  2. Mengelola website sekolah.
  3. Membangun blog niche ekonomi, tetapi sekarang ini lagi pindah-pindah layanan web hosting, akibat penasaran dengan beberapa web hosting. Bahkan bisa hari ini coba web hosting A, besok web hosting B, eh, beberapa hari kemudian balik ke A, lalu ke B, tanpa menambah jumlah postingan. Duh.. dari mencoba sekilas-sekilas itu masih sempat-sempatnya blog saya kena malware.
  4. Uji coba sederhana kinerja beberapa layanan web hosting, yang hasilnya bagus nanti saya muat di blog ini.
  5. Gonta-ganti theme blog Dekat.Page ini, semula saya sudah senang banget dengan hadirnya Twenty Twenty-One theme sampai-sampai saya buat postingan di forum Diskusi Web Hosting (DWH), forum yang hampir tiap hari saya kunjungi. Tapi sayangnya setelah mencobanya saya menemukan masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki dari theme ini, satu contoh yang paling penting adalah theme ini belum benar-benar responsif, jika dilihat di hape yang layarnya lebih kecil maka kata-katanya bisa terpotong alih-alih menyesuaikan dengan layar. Ini baru saya sadari ketika membuka blog saya pakai hape istri yang ukuran layarnya lebih kecil dari hape saya, ternyata kata-kata di judulnya jadi terpotong.
  6. Dan lain-lain.

Yang intinya meski blog Dekat.Page ini tidak berjalan dengan terlalu lancar tapi sebenarnya saya tetap berada di lingkungan blogging dan memantau terus blog ini.

Baiklah, semoga kedepan saya bisa lebih sering menuangkan tulisan di sini.

Iqbal – Dekat.Page

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami, ayah, penikmat kopi, jogging, berenang, senang belajar hal esensial. Dekat.Page adalah blog tempat saya mengikat inspirasi dengan cara menulis dan berbagi.

2 replies on “Sujud Syukur, Waktu Luang, Menulis Blog”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s