Categories
Recharge

Resolusi Ramadhan 2021/1442

Amalan esensial di bulan Ramadhan yang bisa dilakukan tanpa terikat tempat dan waktu.

Amalan esensial di bulan Ramadhan yang bisa dilakukan tanpa terikat tempat dan waktu.

Bulan Ramadhan 1442H/2021M sudah dekat.

Tak dapat dipungkiri ada perbedaan signifikan yang dirasakan umat Islam di berbagai penjuru dunia di Ramadhan tahun lalu yaitu Ramadhan di masa pandemi.

Tahun lalu kita mengalami Ramadhan yang penuh keterbatasan terutama di daerah-daerah yang masuk kategori zona merah.

Misalnya saja, beberapa masjid di sekitar tempat saya tinggal yang selama ini menyediakan tempat buat itikaf, di tahun 2020 tidak menyediakan lagi. Dengan kondisi pandemi yang kian merebak maka di tahun 2020 saya melalui Ramadhan tanpa itikaf sama sekali.

Di Ramadhan 2019 silam atau setahun sebelum pandemi saya nyangkut jadi panita rapat di sebuah hotel di Bogor dari pagi sampai maghrib.

Alhamdulillah malamnya masih sempat mengajak seorang teman satu tim (mas Fachrul) serta teman lain yang tinggal di Cilebut (bro Robiyan) buat bermalam di Masjid Alumni IPB dekat Mall Botani Square Bogor.

Hanya sampai jam 5 pagi saja sebab setelah itu saya dan mas Fachrul kembali ke hotel.

Seperti saya tulis di tulisan “Kelak Kita Kenang Hari Ini”, senyaman-nyamannya kamar hotel jauh lebih nyaman lantai masjid saat itikaf Ramadhan, tentu dengan kebutuhan standar terpenuhi seperti tidak ada nyamuk misalnya atau ada kamar mandi.

Jadi perbandingan ini mungkin lebih ke arah perbandingan kenyamanan menonton TV kabel di kasur empuk nan nyaman hotel dengan duduk atau rebahan di lantai saat itikaf Ramadhan.

Kenapa saya ceritakan ini, karena awal mula saya merutinkan itikaf adalah adanya teman saya yang mengajak saya untuk merasakan itikaf beberapa tahun silam.

Dia bahkan menjemput saya dengan motornya untuk memastikan saya ikut (maklum saya orangnya mager alias malas gerak).

Lalu berboncengan kami pergi ke masjid Bank Indonesia.

Sejak saat itu setiap tahun saya dan teman saya ini mencoba rutin itikaf, hanya saja di masjid yang lebih dekat tempat tinggal kami yaitu masjid Al-Azhar Jakapermai Bekasi.

Beberapa teman juga akhirnya bergabung setelah tahu kami bermalam di masjid tersebut, setelah itu tahun-tahun berikutnya kami bertemu di masjid tersebut tiap Ramadhan.

Ini membuat saya percaya bahwa itikaf itu nikmat dan bisa bikin orang tertarik mencobanya lalu ketagihan.

Nah, kembali ke cerita tahun 2019 tadi, rupanya pilihan bermalam bersama teman-teman di masjid saat itu ketika tersedia kamar hotel yang nyaman menjadi salah satu hal berkesan TERAKHIR yang tidak pernah saya rasakan lagi di tahun 2020.

Berbagai momen kecil dan sederhana kala itikaf menjadi terasa semakin bermakna ketika tidak ada lagi di sisi kita.

Nah, jika umur saya sampai, jika umur kita sampai, Ramadhan tahun ini insya Allah akan kembali menyapa kita, tentu perlu menyambut sebaik-baiknya.

Ramadhan kali ini mestinya kita sambut dengan sambutan yang belum pernah kita berikan sebelumnya.

Ini saatnya bagi kita mempersiapkan diri dengan sebenar-benarnya dengan persiapan yang belum pernah sesungguh-sungguh ini. Setelah semua yang terjadi di tahun lalu..

Ya, benar, setelah semua yang terjadi di tahun lalu, ketika kita diingatkan bahwa aktivitas Ramadhan yang selama ini terasa nikmat itu sejatinya bukanlah taken for granted, itu adalah anugerah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang kapan saja bisa diangkat dulu, ditunda, atau dicabut sebagaimana nikmat lainnya seperti nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat selamat, nikmat aman, nikmat iman, dan banyak lagi.

Ini adalah saat terbaik untuk berharap dan berdoa.

Ada apa dengan doa dan Ramadhan? Ini jawabannya.

Yang Menarik dari Ayat 186

Perhatikan rangkaian ayat tentang Ramadhan di Surat Al-Baqarah ayat 183-187, ada 2 hal yang sangat menarik.

Tentu ada banyak hal yang menarik, tapi di tulisan ini saya hanya menyebut dua saja yang terkait dengan tulisan ini.

Pertama, mari perhatikan pesan yang dibawa masing-masing ayat:

  • Ayat 183 tentang kewajiban berpuasa.
  • Ayat 184 tentang keringanan untuk tidak berpuasa dan kewajiban menggantinya di hari lain dan/atau membayar fidyah.
  • Ayat 185 tentang bulan Ramadhan bulan diturunkannya Al-Qur’an, serta keringanan untuk tidak berpuasa dan kewajiban menggantinya di hari lain.
  • Ayat 186 Tentang Allah itu dekat dan mengabulkan permohonan (doa).
  • Ayat 187 Tentang hubungan suami-istri yang dilarang saat berpuasa dan diperbolehkan setelah waktu berbuka.

Perhatikan ayat 183-185 bicara tentang seputar puasa Ramadhan, tahu-tahu ada ayat 186 yang berbicara tentang dekatnya Allah dan harapan bagi orang yang berdoa. Lalu ayat 187 balik lagi bicara tentang puasa Ramadhan.

Ini menjadi tanda bahwa doa merupakan amal ibadah yang tidak dapat dilepaskan dari Ramadhan, bahkan peluang dikabulkannya doa orang yang berpuasa di bulan Ramadhan menjadi lebih besar.

Hal yang menarik kedua adalah redaksi atau pilihan kata di ayat itu. Di depannya ada kata “yas alunaka” yang maknanya “apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam)”.

Jadi begini, di Al-Qur’an ada beberapa ayat yang menggunakan kata “yas alunaka” atau “jika mereka bertanya kepadamu”, contohnya:

“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, ‘Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.’” (Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 85)

” …. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!'” (Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 220)

dan beberapa ayat lainnya yang berpola sama.

Perhatikan kata yang digarisbawahi, semuanya punya pola “apabila engkau ditanya tentang X maka engkau katakanlah bahwa X itu..”, artinya ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ditanya oleh orang-orang tentang sesuatu maka Allah perintahkan Beliau untuk menjawabnya bahwa sesuatu itu begini dan begitu.

Tetapi khusus Surat Al-Baqarah ayat 186 ini ternyata ada perbedaan pola.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186)

Perhatikan yang digarisbawahi, kali ini polanya “apabila engkau ditanya tentang X maka Aku jawab X itu..”, nah, sudah terlihat kan bedanya?

Di ayat ini ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ditanya tentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka pilihan katanya bukan lagi “katakanlah” melainkan “sesungguhnya Aku dekat”, artinya pertanyaan tersebut langsung Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri yang menjawabnya: “Aku dekat”.

Jadi bukan “katakanlah wahai Muhammad kepada mereka bahwa Aku dekat” melainkan Allah sendiri yang langsung menjawabnya.

Ini memberikan nuansa yang menggugah jiwa bahwa Allah benar-benar dekat kepada hamba-hamba Nya sampai-sampai untuk menyampaikan bahwa Dia adalah dekat itu langsung Allah sendiri yang menjawabnya.

Maka menjadi jelas bulan Ramadhan adalah bulan di mana kita harus meninggikan harapan dan memperbanyak berdoa.

Ramadhan 2020 telah berlalu, kini Ramadhan 2021 sudah dekat.

Mungkin ada di antara kita yang berpatah harapan di tahun lalu ketika banyak hal berubah dan terjadi di luar rencana, di luar kehendak kita, tetapi jangan sampai di tahun ini kita tidak memperbaiki harapan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Maka dalam tulisan kali ini saya mencoba menulis beberapa hal yang semoga bisa menjadi ide atau inspirasi resolusi Ramadhan yang dapat dilakukan di tahun ini.

Karena tekad melakukan perbaikan diri di Ramadhan ini menandakan bahwa kita masih bertahan dan terus berharap.

Ide Resolusi dan Amalan Ramadan Tahun Ini

Resolusi Ramadhan atau resolusi bulan puasa adalah target-target yang ingin dilakukan atau dicapai di bulan Ramadhan.

Target tersebut bisa yang terukur konkret maupun yang tak terukur.

Contoh yang tak terukur misalnya menjadi pribadi yang lebih sabar atau lebih ikhlas, sedangkan contoh yang terukur misalnya melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh setiap harinya. Goalnya adalah memastikan Ramadan kali ini ada perbaikan diri.

Membuat resolusi semacam ini tidak harus ditulis atau ditetapkan, akan tetapi sebagian orang merasa terbantu dengan menulis harapan-harapannya.

Ada orang yang ketika menetapkan target khatam 3 kali maka dia bisa mencapai target itu, sedangkan di tahun selanjutnya dia tidak menetapkan target itu malah jadinya hanya bisa sekali.

Inti dari amalan unggulan yang saya muat atau sarankan dalam tulisan ini adalah jika dilihat benang merahnya: amalan yang esensial dan bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat tempat dan waktu di bulan Ramadhan.

Selain itu ada kata kunci lainnya, yaitu jika memang belum mampu melakukan hal besar maka lakukan hal kecil dahulu tetapi konsisten.

Seorang teman pernah bilang, dia bukanlah pelari cepat, tetapi dia tidak pernah mundur ke belakang, konsisten jalan ke depan. Kalimat yang menarik.

Well, di dunia ini ada banyak sekali orang-orang luar biasa yang bisa melakukan hal-hal besar. Nah, jika kita tidak memiliki kesanggupan untuk melakukan hal besar di Ramadhan nanti, jadikanlah hal besar itu adalah konsistensi kita melakukan suatu amalan meskipun amal yang sederhana.

Inilah amalan tersebut:

(1) Memperbanyak istighfar

Saya pernah menulisnya di artikel berjudul “Istighfar Amalan Esensial (Surat Nuh Ayat 10-12)” dan “Istighfar dalam 416 Kata”.

Salah satu momen yang dianjurkan untuk beristighfar adalah saat sahur.

(2) Memperbanyak berdoa

Di atas sudah saya tulis tentang adanya kaitan erat antara doa dan bulan puasa. Nah, salah satu momen terpenting yang sering terlupakan adalah berdoa sebelum berbuka.

Menjelang buka puasa biasanya ada acara TV, ada momen berkumpul bersama keluarga, dan aktivitas lainnya, maka saat itu jangan lupa berdoa.

(3) Mengharapkan Kenikmatan Tertinggi di Surga: Memandang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kelak di akhirat

Saya telah menulis tentang hal ini di tulisan berjudul “Bertahan Hidup dengan Mengingat Allah”.

Sebenarnya ini masih satu paket dengan no 2 yaitu berdoa. Tetapi saya pisahkan ke poin tersendiri karena ada kekuatan di balik berharap kenikmatan tertinggi di surga.

(4) Membaca Al-Qur’an

Tidak boleh ada satu hari pun di bulan Ramadhan yang dilalui tanpa membaca Al-Qur’an. Di atas sudah diungkap bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an.

(5) Infaq dan Shadaqah

Bisa dengan memanfaatkan berbagai layanan infaq dan sedekah yang terpercaya untuk menyalurkan infaq dan sedekah, diberikan kepada orang-orang yang memerlukan, menyediakan buka puasa, dan banyak lagi.

Silakan pilih mana yang terbaik yang penting di Ramadhan kali ini mari bersihkan harta kita dengan membelanjakannya ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan di jalan Nya.

(6) Latihan fisik

Saatnya mulai merutinkan latihan fisik, biar sedikit yang penting konsisten. Rekomendasi saya adalah plank.

Silakan cari di Google apa itu plank. Ini adalah salah satu latihan fisik yang belakangan ini saya coba tekuni. Sederhana dan tidak perlu bergerak tetapi baik buat memperkuat core tubuh.

Jangan lupa niatkan latihan tersebut untuk mendukung atau meningkatkan kemampuan tubuh kita dalam beribadah.

Nah, keenam amalan tadi baiknya kita mulai lakukan dari sekarang juga, untuk menghadirkan rasa rindu kepada bulan Ramadhan, rindu serindu-rindunya, kemudian membuktikan kerinduan tersebut.

Ramadhan akan datang dan pergi, dengan atau tanpa kita. Bagi orang-orang yang saat ini merasa hidupnya sedang berada di titik terbawah, jangan merasa berputus asa untuk turut serta menyambut Ramadhan. Lakukan yang terbaik yang kita bisa.

Sekian tulisan ini, semoga bermanfaat bagi saya sendiri, keluarga saya, maupun para pengunjung blog ini yang mampir ke tulisan ini.

Apa harapan Anda untuk Ramadhan kali ini? Apa Anda punya ide resolusi Ramadan atau target yang ingin dilakukan di bulan puasa tahun ini?

Iqbal – Dekat.Page

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami, ayah, penikmat kopi, jogging, berenang, senang belajar hal esensial. Dekat.Page adalah blog tempat saya mengikat inspirasi dengan cara menulis dan berbagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s