Categories
Blogging

Alasan Punya 2 Tanggal Lahir

Saya punya 2 tanggal lahir, ini alasannya.

Saya punya 2 tanggal lahir, ini alasannya.

Hari ini tanggal 26 Februari adalah hari lahir saya yang sesungguhnya, tanggal lahir rahasia. Karena tanggal lahir yang tertulis di seluruh dokumen resmi saya adalah tanggal lahir yang berbeda.

Menjawab pertanyaan beberapa teman yang mengetahui perbedaan itu biasanya saya akan beralasan dulu di lingkungan saya tinggal belum concern ke pencatatan tanggal lahir.

Alasan tersebut bukannya tidak berdasar, sebab memang saya kenal beberapa orang yang tidak mengetahui tanggal lahir sesungguhnya.

Misalnya, ada yang hanya tahu tahun lahirnya saja sehingga tanggal dan bulan yang ditulis di akta kelahiran adalah 1 Juli. Kenapa 1 Juli? Well, sekadar untuk mempermudah saja karena 1 Juli adalah pertengahan tahun.

Ada juga yang momen kelahirannya dikaitkan dengan peristiwa yang dulu terjadi bersamaan dengan dia lahir: “saya lahir waktu pak haji di kampung saya meninggal”.

Akan tetapi alasan sebenarnya mengapa tanggal lahir asli saya dan tanggal lahir di dokumen resmi berbeda bukanlah itu.

Alasan yang sebenarnya adalah..

Pada saat saya lahir, orang tua saya belum ada uang buat menebus saya di rumah sakit.

Setelah ada uangnya, barulah saya bisa pulang dan dibuatkan akta kelahiran.

Sejak saat itu tanggal lahir di ijazah, KTP, buku nikah, dan seluruh dokumen resmi lainnya mengikuti tanggal akta kelahiran saya.

Demikianlah sejarah di balik perbedaan tanggal lahir saya. Sejak lahir sudah ada drama kehidupan.

Saya teringat sebuah komik tentang beladiri. Alasan saya suka komik itu selain saya bisa memperoleh gambaran berbagai beladiri saya juga terinspirasi buat berolahraga lagi setelah lama vakum.

Kira-kira seperti ini hasil exercisenya:

Atau ini:

Nah, balik ke komik tadi, ada adegan di episode terbaru yang menarik bagi saya, suatu ketika salah seorang tokoh jahat berhasil dikalahkan seorang tokoh baik.

Saat terkapar, si jahat bilang kira-kira begini: kenapa kamu bisa mengalahkan saya? Saya adalah orang susah yang sejak kecil ditempa kehidupan sehingga menjadi kuat!

Lalu sang jagoan jawab: bukan hanya kamu, saya juga ditempa kehidupan. Bukan cuma ente, ane juga sejak kecil orang susah gan!

Kenapa saya tertarik adegan ini? Karena saya pernah memendam perasaan seperti si tokoh jahat, saya pernah merasa menjadi orang paling susah. Paling susah jika dibandingkan dengan orang-orang di sekitar saya atau teman-teman saya maksudnya, bukan paling susah sedunia.

Bahkan sejak lahir saya sudah menemui drama kehidupan seperti yang saya ceritakan tadi. Selain itu badan saya waktu kecil kurus banget sampai saya sendiri heran kenapa berat badan saya ringan banget, pernah lumpuh tidak bisa jalan, pernah kejedot jendela sampai harus dijahit, tidak ingat rasanya ngobrol dengan ayah saya, pernah harus mengganti kehilangan barang yang bukan sepenuhnya kesalahan saya yang membuat saya pernah memiliki trust issue, pernah mengalami banjir dan kehabisan baju untuk dipakai, dan banyak lagi.

Well apapun itu, per hari ini saya masih berusaha agar senantiasa dapat bersyukur atas segala apa yang pernah terjadi serta memohon agar selalu survive.

Apa pun kondisi kita di hari ini mari ucapkan: alhamdulillah.

Sekian catatan lepas ini. Mari tetap survive dan pertahankan harapan.

Iqbal – Dekat.Page

  1. Menulis catatan lepas ini sambil menikmati kopi gula aren Lawson.
  2. Sumber featured photo: Pixabay.

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami, ayah, penikmat kopi, jogging, berenang, senang belajar hal esensial. Dekat.Page adalah blog tempat saya mengikat inspirasi dengan cara menulis dan berbagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s