Categories
Recharge

Kucing yang Sulit Diusir

Pernah lihat kucing yang sulit diusir? Yang sudah di-huss! huss! tidak mau pergi juga?

Pernah lihat kucing yang sulit diusir? Yang sudah di-huss! huss! tidak mau pergi juga?

Di pagi yang cerah itu saya, istri, dan anak saya pergi mengantar titipan bingkisan ke rumah seorang ustadz.

Beberapa meter dari rumah beliau saya menghentikan sepeda motor buat mengecek kembali kelengkapan bingkisan.

Beberapa detik kemudian kami bertiga mendengar suara anak-anak kucing yang lucu menggemaskan.

Ternyata bukan hanya satu, melainkan tiga anak kucing. Dan mereka semua berjalan riang menghampiri kami.

Payahnya, anak-anak kucing itu berseliweran masuk ke kolong motor. Saya jadi kesulitan menjalankan motor, kuatir melindas mereka.

Saya dan istri berusaha mengusir mereka dari bawah motor, tetapi gagal. Mereka terus berseliweran sambil tertawa riang mengeong. Mungkin berharap kami mengajak mereka ikut pergi.

Akhirnya saya mematikan mesin dan kami bertiga turun dari motor. Kemudian saya mendorong motor saya perlahan menuju rumah pak ustadz tujuan kami yang hanya sejarak 20 meteran lagi sambil meng- huss! huss! para kucing. Menyuruh mereka menjauh.

Singkat cerita, saya bertemu pak ustadz dan menyerahkan titipan. Kemudian saya pamit dan lagi-lagi mesti berhadapan dengan para anak kucing yang tidak mau bergeser dari zona nyamannya di kolong motor.

Kembali saya mendorong motor sampai agak jauh sambil menggeser-geser anak-anak kucing itu dengan kaki saya.

Setelah drama berhenti huss huss jalan berhenti huss huss jalan berhenti huss huss.. akhirnya saya pun berhasil membawa kabur istri dan anak saya dari kejaran anak-anak kucing yang bergerak lincah.

Kami berhasil melarikan diri.

Sebagai orang yang berpengalaman berinteraksi dengan kucing sejak SD (baca: sejak masa-masa manusia dan kucing hidup berdampingan — kucing dibiarkan naik ke kasur padahal habis dari luar entah apa kegiatannya di luar), saya menemukan kenyataan bahwa ketika kucing-kucing merasa aman dan akrab dengan seseorang maka mereka akan sulit diusir olehnya.

Dan juga, mereka akan sulit ditakut-takuti.

Ini hanya berlaku untuk kucing yang merasa aman atau kenal dengan kita. Kalau kucing yang nggak kenal dekat atau ngga ngerasa aman maka dia mungkin akan kabur begitu kita menoleh kepadanya (sambil membawa kemoceng).

Sedangkan kucing yang merasa aman, dia akan sulit ditakut-takuti, misal kita menyalakan mesin motor lalu pura-pura akan melindasnya. Dia akan tenang-tenang saja.

Hal semacam ini pernah disampaikan seorang ustadz — yang sayangnya saya lupa siapa karena sudah 10-an tahun yang lalu — dalam sebuah ceramah tarawih di Masjid Al-Azhar Jakapermai Bekasi.

Suatu hari beliau mau mengeluarkan motor dari dalam rumahnya.

Lah, ternyata ada kucing peliharaannya duduk-duduk santai di pintu rumahnya. Tidak bisa lewat itu motor.

Pak ustadz pun menyalakan mesin motor, lalu ngegas, sambil mengusir huss huss!

Si kucing kalem aja.

Beliau pun mendorong motornya, pura-pura mau melindas.

Tapi si kucing tetap santai saja.

Kemudian pak ustadz tersebut menyampaikan pesan hikmah yang saya ingat terus sampai sekarang.

Bahwa si kucing selama ini beliau kasih makan. Beliau pelihara dengan baik.

Maka si kucing pun berprasangka baik bahwa tuannya, majikannya, pemeliharanya yang selama ini memberinya makan pastilah tidak akan melukai dirinya. Tidak akan benar-benar menyakitinya.

Pertanyaannya, maka mengapa manusia yang selama ini dikasih rezeki oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memiliki trust atau rasa percaya seutuhnya bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakannya, bahwa Dia akan menolong hamba-hamba Nya yang memohon pertolongan?

Pesan yang dalam, bukan?

Kalau direnungkan, betapa selama ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berulangkali menyelamatkan saya, berulangkali menolong saya melalui hari-hari berat, akan tetapi ada saja hal yang membuat saya merasa gundah, galau, kuatir, dan merasa tidak sanggup melalui berbagai masalah, terutama jika masalah itu adalah masalah yang baru.

Padahal ada Allah tempat meminta jalan keluar. Padahal selama ini Allah sudah memberi limpahan rezeki.

Ketika diuji suatu hal terkadang seseorang jadi merasa menjadi manusia paling susah dan melupakan anugerah-anugerah yang selama ini diterimanya.

Kisah kucing-kucing yang berhusnuzhon atau berprasangka baik ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih tawakkal, lebih percaya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Iqbal – Dekat.Page

By Iqbal

Pembelajar di universitas kehidupan, suami, ayah, penikmat kopi, jogging, berenang, senang belajar hal esensial. Dekat.Page adalah blog tempat saya mengikat inspirasi dengan cara menulis dan berbagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s