Categories
Recharge

Sambut Ramadhan meski “Do It Badly”

Apapun kondisi yang dialami saat ini, jangan berputus asa menyambut Ramadhan kali ini.

Apapun kondisi yang dialami saat ini, jangan berputus asa menyambut Ramadhan kali ini.

Beberapa pekan menjelang Ramadhan tahun ini, saya merencanakan melakukan beberapa kegiatan sederhana menyambut Ramadhan.

Bukan hal besar, sekadar membersihkan halaman, membuang barang-barang yang sudah saatnya disingkirkan, olahraga lebih rutin, dan sebagainya.

Saya bahkan membeli poster jadwal, yaitu poster bertanggal yang bisa ditulisi rencana-rencana harian penyambutan Ramadhan.

Tetapi ternyata situasi tidak begitu kondusif, ayah saya sakit keras sehingga menyebabkan energi saya benar-benar terkuras.

Berbagai hal berantakan dan terbengkalai, termasuk rencana pribadi persiapan Ramadhan.

Sebenarnya di luar itu saya juga sedang menghadapi masalah lain yang bikin situasi semakin seru, layaknya naik roller coaster.

Kompres air panas pun mulai menjadi langganan saya pakai buat mengompres perut saya yang terasa mual dan mulai berpikir untuk memasang infus buat diri saya sendiri.

***

Ramadhan tidak membutuhkan saya. Sayalah yang membutuhkan Ramadhan.

Ramadhan semestinya membawa harapan perubahan.

Terutama bagi orang yang merasa beban hidupnya demikian berat, menyesakkan dada, hancur lebur, runtuh.. bagi orang yang merasa berputus asa, yang merasa dirinya bagaikan sampah tak berguna..

Hadirnya bulan Ramadhan semestinya terasa bagaikan uluran beberapa gelas air yang sejuk.

Seolah dikatakan kepadanya, “bersabarlah, ayo kuatkan lagi harapanmu..”

Harapan untuk mengubah keadaan. Harapan yang dibuktikan dengan mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

***

Saya memandangi poster jadwal tertempel di dinding. Kosong.

Hal-hal kecil, hal-hal sederhana yang diniatkan untuk menghadirkan hati dan mengistimewakan Ramadhan, tidak terlaksana.

Tetapi, kemudian saya menemukan sebuah artikel yang terasa merasuk ke dalam hati.

Sebuah artikel berisi sebuah kalimat yang sebenarnya secara makna sudah pernah saya tulis di blog ini (“Google Nyaris Kehilangan Google.com“).

Kalimat tersebut adalah:

Do It Badly

Kalimat tersebut ada di dalam artikel berjudul “Can’t Do It Perfectly? Just Do It, Badly!“. Tulisan tersebut mengulas intisari kuliah umum TEDx yang disampaikan oleh Olivia Remes dari University of Cambridge, “How to Cope with Anxiety” atau “Bagaimana Mengatasi Kecemasan”.

Olivia Remes menyampaikan ada 3 strategi untuk mengatasi kecemasan:

  1. Do It Badly (lakukan dengan buruk).
  2. Forgive Yourself (maafkan ketidaksempurnaan dirimu).
  3. Do It for Someone Else (lakukan untuk orang atau pihak lain).

Masya Allah, ini adalah kalimat yang inspiratif. Saya akan mengutip penjelasan ketiga jargon tadi sebagaimana diulas oleh artikel Psychology Today barusan tetapi dengan saya kaitkan pada akan hadirnya bulan suci Ramadhan.

(1) Do It Badly (Lakukan dengan Buruk)

Maksudnya bukan berarti melakukan dengan asal-asalan. Ini tidak diartikan secara harfiah.

Melainkan begini, sebagian orang, terutama yang punya mental perfeksionis, tidak ingin mulai melakukan sesuatu yang kecuali dia yakin akan bisa melakukannya dengan baik.

Maka jargon “do it badly” ini bermakna, ya sudah, jalankan saja sekarang juga apa yang ingin Anda lakukan, meski Anda merasa lagi payah-payahnya, sedang buruk-buruknya.

Lakukan saja, tanpa perlu menunggu segalanya sempurna.

Nah, untuk konteks Ramadhan, maka hendaknya seseorang yang sedang merasa payah dan berantakan, sedang berada di titik terbawah, dia harus tetap bersemangat menyambutnya.

Terlepas kondisi diri yang sedang runtuh, dia harus menyambut Ramadhan dengan penuh harapan.

Misanya, bagi orang yang masih berantakan mengajinya, paksa diri buat tilawah, meski masih belepotan bacaanya, berantakan panjang pendeknya, sudah lakukan saja.

Idealnya belajar tahsin (memperbaiki bacaan Al-Qur’an) itu sudah dari jauh-jauh hari. Tapi kalau hidayah baru datang kemarin sore dan sekarang sudah keburu masuk Ramadhan maka jangan ragu: ngaji aja terus banyak-banyak. Sambil pelan-pelan belajar lagi.

Kalimat “do it badly” agaknya menjadi jargon yang layak diperhatikan.

(2) Forgive Yourself (Maafkan Ketidaksempurnaan Dirimu)

Anda, saya, kita, tidak sempurna. Itu adalah fakta.

Maka kesalahan-kesalahan yang pernah dan masih dijalani hendaknya tidak membuat seseorang berputus asa dan merasa tidak akan pernah bisa memperbaikinya.

Di Ramadhan kali ini, kita akan menyambutnya meski masih bergelimang kesalahan dan dosa. Tetapi tetap harus niatkan bahwa semakin hari akan semakin berubah menjadi lebih baik.

(3) Do It for Someone Else (Lakukan untuk Orang atau Pihak Lain)

Olivia Remes sebagaimana dikutip dalam artikel yang saya kutip di atas menganjurkan agar seseorang niat melakukan sesuatu untuk orang lain, bukan hanya untuk dirinya.

Dengan begitu seseorang bisa menemukan purpose pada apa yang dilakukannya, misalnya berbuat kebaikan yang diniatkan untuk generasi selanjutnya.

Well, melakukan perbuatan baik yang ditujukan untuk pihak lain di luar diri memang terbukti memberikan rasa memiliki purpose kepada diri seseorang. Adapun bagi seorang muslim “pihak lain di luar diri” itu adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Maka jika dikaitkan dengan Ramadhan, seseorang yang merasa dirinya payah dan berantakan hendaknya dia tetap menyambut hadirnya Ramadhan dan mengisinya dengan sebaik-baiknya, dengan niat untuk mempersembahkan yang terbaik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

***

Sebagai penutup, mari sambut Ramadhan Tahun 2021/1442H ini sebaik-baiknya.

Apapun kondisi kita saat ini.

Dan jika Anda memerlukan ide buat mengisi Ramadhan kali ini, mungkin tulisan saya berjudul “Resolusi Ramadhan 2021/1442” bisa menjadi inspirasi.

Apa yang akan Anda lakukan di Ramadhan kali ini?

Iqbal – Dekat.Page

One reply on “Sambut Ramadhan meski “Do It Badly””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s